<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TEKNIK INFORMATIKA &#187; Wide Area Network</title>
	<atom:link href="http://teknik-informatika.com/tag/wide-area-network/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teknik-informatika.com</link>
	<description>Teknologi Informasi &#124; Sistem Informasi &#124; Ilmu Komputer &#124; ICT</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jun 2010 01:46:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Integrated Services Digital Network</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/integrated-services-digital-network/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/integrated-services-digital-network/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 08:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[integrated services digital network]]></category>
		<category><![CDATA[isdn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Integrated Services Digital Network (ISDN)
Oleh Faisal Akib
ISDN (Integrated Service Digital Network) merupakan hasil penggabungan antara teknologi komunikasi dengan teknologi komputer, dimaksudkan untuk jaringan telekomunikasi publik yang mampu memberi layanan terintegrasi, seperti suara, video, dan data.
Narrowband ISDN adalah generasi pertama ISDN yang didasarkan pada pemakaian saluran 64 Kbps sebagai unit dasar switching dan berorientasi circuit switching. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Integrated Services Digital Network (ISDN)</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p><a href="http://teknik-informatika.com/integrated-services-digital-network/">ISDN (<em>Integrated Service Digital Network</em>)</a> merupakan hasil penggabungan antara teknologi komunikasi dengan teknologi komputer, dimaksudkan untuk jaringan telekomunikasi publik yang mampu memberi layanan terintegrasi, seperti suara, video, dan data.</p>
<p>Narrowband ISDN adalah generasi pertama ISDN yang didasarkan pada pemakaian saluran 64 Kbps sebagai unit dasar switching dan berorientasi circuit switching. Kontribusi teknis utama dari narrowband ISDN adalah frame-relay.</p>
<p>Broadband ISDN, generasi kedua, mendukung rate data yang sangat tinggi (100 Mbps) dan berorientasi  packet switching. Kontribusi teknis utama dari broadband ISDN adalah <a href="http://teknik-informatika.com/asynchronous-transfer-mode/">Asynchronous Transfer Mode (ATM)</a> yang juga disebut sebagai cell-relay.</p>
<p>Channel-channel ISDN adalah:</p>
<ul>
<li>Channel B: 64 Kbps</li>
<li>Channel D: 16 atau 64 Kbps</li>
<li>Channel H: 384 Kbps (H0), 1536 Kbps (H11), dan 1920 Kbps (H12)</li>
</ul>
<p><strong>Channel B: </strong>adalah channel pemakai dasar, dapat dipergunakan untuk membawa <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-audio/">suara digital</a> (64 Kbps PCM), data berkecepatan tinggi (<a href="http://teknik-informatika.com/circuit-switching/">circuit switched</a> dan <a href="http://teknik-informatika.com/packet-switching/">packet switched</a>), <a href="http://teknik-informatika.com/www-archie-wais-fax/">faksimile</a>, dan juga <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-video/">video</a>.</p>
<p><strong>Channel D:</strong> memiliki dua tujuan, pertama untuk membawa informasi pensinyalan kontrol panggilan <a href="http://teknik-informatika.com/circuit-switching/">circuit switched</a>, dan kedua bisa dipakai untuk sebagai <a href="http://teknik-informatika.com/packet-switching/">packet switching</a> atau hubungan jarak jauh berkecepatan rendah pada saat tidak ada informasi pensinyalan.</p>
<p><strong>Channel H:</strong> tersedia bagi informasi pemakai pada rate bit yang tinggi. Pemakai dapat menggunakan channel tertentu seperti trunk berkecepatan tinggi atau membagi-bagi channel sesuai skema TDM yang dimiliki. Contoh aplikasinya meliputi faksimile cepat, video, data berkecepatan tinggi, audio bermutu tinggi, serta aliran-aliran informasi multiple pada rate data yang lebih rendah.</p>
<p>Ada layanan akses utama yaitu: BRI (<em>Basic Rate Interface</em>) dan PRI (<em>Primary Rate Interface</em>). BRI menyediakan 2 channel B dan 1 channel D, total 192 Kbps. PRI menyediakan 23 channel B, dan 1 channel D (64 Kbps) dengan total 1,544 Mbps, atau 30 channel B ditambah 1 channel D (64 Kbps) dengan total 2,048 Mbps.</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/www-archie-wais-fax/"><strong>Aplikasi Protokol TCP/IP (WWW, Archie, WAIS, FAX)</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/"><strong>Index Jaringan Komputer</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=945&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/integrated-services-digital-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Frame Relay</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/frame-relay/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/frame-relay/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 23:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[atm]]></category>
		<category><![CDATA[frame relay]]></category>
		<category><![CDATA[X.25]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[Protokol Frame Relay
Oleh Faisal Akib
Frame-relay sama halnya dengan ATM, dirancang sedemikian rupa untuk menampilkan skema transisi yang lebih efisien dibanding X.25. Standar frame-relay muncul lebih awal dibanding ATM, banyak aplikasi komersial yang memanfaatkannya, namun belakangan ketika ATM muncul beberapa aplikasi untuk networking data berkecepatan tinggi berpindah dari frame-relay ke ATM.
Frame-relay dirancang untuk menghilangkan overhead yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Protokol Frame Relay</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p><a href="http://teknik-informatika.com/frame-relay/">Frame-relay</a> sama halnya dengan <a href="http://teknik-informatika.com/asynchronous-transfer-mode/">ATM</a>, dirancang sedemikian rupa untuk menampilkan skema transisi yang lebih efisien dibanding <a href="http://teknik-informatika.com/x25/">X.25</a>. Standar frame-relay muncul lebih awal dibanding ATM, banyak aplikasi komersial yang memanfaatkannya, namun belakangan ketika ATM muncul beberapa aplikasi untuk networking data berkecepatan tinggi berpindah dari frame-relay ke ATM.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 335px"><img title="Penetapan koneksi menggunakan virtual path" src="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0805-penetapan-koneksi-virtual-path.jpg" alt="GAMBAR: Penetapan koneksi menggunakan virtual path" width="325" height="386" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Penetapan koneksi menggunakan virtual path</p></div>
<p>Frame-relay dirancang untuk menghilangkan overhead yang ada pada X.25. Perbedaan utama antara frame-relay dan X.25 adalah:</p>
<ul>
<li>Pensinyalan kontrol panggilan bahwa pada koneksi logik yang terpisah dari data pemakai. Simpul-simpul (node) perantara tidak perlu mempertahankan tabel-tabel status.</li>
<li>Koneksi logik untuk multiplexing dan switching dilakukan pada lapisan 2 sebagai pengganti lapisan 3, berarti menghilangkan satu lapisan pengolahan secara keseluruhan.</li>
<li>Tidak terdapat<a href="http://teknik-informatika.com/flow-control/"> flow-control</a> dan <a href="http://teknik-informatika.com/error-control/">error-control</a> lompatan demi lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan kontrol kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih tinggi</li>
</ul>
<p>Jadi dengan frame-relay sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan, dan sebuah balasan, yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di dalam frame. Tidak terdapat pertukaran frame-frame data dan balasan lompatan demi lompatan.</p>
<p>Kekurangan utama frame-relay adalah hilangnya kemampuan <a href="http://teknik-informatika.com/flow-control/">flow-control</a> dan <a href="http://teknik-informatika.com/error-control/">error-control</a> jalur demi jalur</p>
<p>Kelebihan frame-relay adalah adanya <a href="http://teknik-informatika.com/komunikasi-data/">proses komunikasi</a> yang ringan, penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi. Frame-relay dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.</p>
<p><a href="http://teknik-informatika.com/standarisasi-protokol/">Arsitektur protokol</a> frame-relay adalah sebagai berikut:</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 412px"><img title="Arsitektur protokol user-network interface" src="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0806-Arsitektur-protokol-user-network-interface.jpg" alt="GAMBAR: Arsitektur protokol user-network interface" width="402" height="208" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Arsitektur protokol user-network interface</p></div>
<p>Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf kontrol (control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi logic, dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer data pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/www-archie-wais-fax/"><strong>Aplikasi Protokol TCP/IP (WWW, Archie, WAIS, FAX)</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/"><strong>Index Jaringan Komputer</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=944&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/frame-relay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asynchronous Transfer Mode</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/asynchronous-transfer-mode/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/asynchronous-transfer-mode/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 09:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[asynchronous transfer mode]]></category>
		<category><![CDATA[atm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Asynchronous Transfer Mode (ATM)
Oleh Faisal Akib
Asynchronous Transfer Mode (ATM) merupakan interface transfer paket yang efisien. ATM menggunakan paket-paket data yang berukuran tertentu yang disebut ‘cell”. Penggunaan cell ini menghasilkan skema yang efisien untuk pentransmisian pada jaringan berkecepatan tinggi
ATM memiliki cara yang sama dengan packet-switching. ATM melibatkan pentransferan data dalam bentuk potongan-potongan yang memiliki ciri-ciri tersendiri. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Asynchronous Transfer Mode (ATM)</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 291px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0803-arsitektur-protokol-atm.jpg"><img title="Arsitektur Protokol ATM" src="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0803-arsitektur-protokol-atm.jpg" alt="GAMBAR Arsitektur Protokol ATM" width="281" height="190" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR Arsitektur Protokol ATM</p></div>
<p><a href="http://teknik-informatika.com/asynchronous-transfer-mode/">Asynchronous Transfer Mode (ATM)</a> merupakan interface transfer paket yang efisien. ATM menggunakan paket-paket data yang berukuran tertentu yang disebut ‘cell”. Penggunaan cell ini menghasilkan skema yang efisien untuk pentransmisian pada jaringan berkecepatan tinggi</p>
<p>ATM memiliki cara yang sama dengan <a href="http://teknik-informatika.com/packet-switching/">packet-switching</a>. ATM melibatkan pentransferan data dalam bentuk potongan-potongan yang memiliki ciri-ciri tersendiri. ATM memungkinkan koneksi logik multipel dimultipleks melalui sebuah interface fisik tunggal.</p>
<p>ATM merupakan protokol yang efisien dengan kemampuan kontrol kesalahan (<a href="http://teknik-informatika.com/error-control/"><em>error control</em></a>) dan kontrol aliran minimal (<a href="http://teknik-informatika.com/flow-control/"><em>flow control</em></a>). Hal ini menyebabkan berkurangnya overhead saat pengolahan sel-sel ATM sekaligus mengurangi bit-bit overhead yang diperlukan masing-masing sel.</p>
<p>Lapisan fisik melibatkan spesifikasi media transmisi dan skema pengkodean sinyal. Rate data yang ditetapkan pada lapisan fisik berkisar mulai dari 25,6 Mbps sampai 622,08 Mbps.</p>
<p>Dua lapis diatasnya berkaitan dengan fungsi-fungsi ATM, yaitu pelayanan transfer paket (ATM layer) dan lapisan adaptasi (AAL) untuk pelayanan protokol transmisi yang tidak berbasis ATM.</p>
<p>Model referensi protokol melibatkan tiga taraf yang berbeda:</p>
<ul>
<li>Taraf pemakai: tersedia untuk transfer informasi pemakai, bersama-sama dengan kontrol-kontrol yang terkait.</li>
<li>Taraf kontrol: menampilkan fungsi-fungsi kontrol panggilan dan kontrol koneksi</li>
<li>Taraf manajemen: menampilkan fungsi-fungsi manajemen yang berkaitan dengan sistem secara keseluruhan</li>
</ul>
<p>Koneksi logik ATM disebut “Virtual Channel Connection” (VVC) atau koneksi melalui saluran maya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 476px"><img title="Relasi Koneksi ATM" src="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0804-relasi-koneksi-atm.jpg" alt="GAMBAR Relasi Koneksi ATM" width="466" height="109" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR Relasi Koneksi ATM</p></div>
<p>Konsep jalur virtual dikembangkan untuk memenuhi trend jaringan kecepatan tinggi dimana biaya kontrol jaringan meningkat melebihi biaya jaringan secara keseluruhan.</p>
<p>Beberapa keuntungan dari VCC adalah:</p>
<ul>
<li>Arsitektur jaringan yang sederhana</li>
<li>Kinerja dan keandalan jaringan yang meningkat</li>
<li>Waktu setup koneksi lebih pendek dan waktu pengolahan yang berkurang</li>
<li>Layanan jaringan yang tinggi</li>
</ul>
<p>Flowchart proses penetapan panggilan menggunakan VCC dapat dilihat pada gambar pertama di postingan <a href="http://teknik-informatika.com/frame-relay/">Frame Relay</a>.</p>
<p>Sel-sel ATM memuat header 5-byte dan informasi 48-byte. ATM dapat memberi layanan baik “real time” maupun tidak</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/dns-nfs-snmp-gopher/"><strong>Aplikasi Protokol TCP/IP (DNS, NFS, SNMP, Gopher)</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/"><strong>Index Jaringan Komputer</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=940&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/asynchronous-transfer-mode/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protokol X25</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/protokol-x25/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/protokol-x25/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 08:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[protokol x25]]></category>
		<category><![CDATA[X.25]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Protokol X.25
Oleh Faisal Akib
X.25 adalah protokol standar yang diciptakan untuk interfacing diantara sistem host dan jaringan packet-switching. Standar ini memiliki tiga lapisan yaitu:

Lapisan Fisik: menyangkut interface antara suatu stasiun dengan jalur yang terhubung dengan simpul packet-switching.
Lapisan Jalur: dimaksudkan agar transfer data yang melintasi jalur fisik cukup andal, dengan cara mentransmisikan data sebagai rantaian dari bingkai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Protokol X.25</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>X.25 adalah protokol standar yang diciptakan untuk interfacing diantara sistem host dan jaringan <a href="http://teknik-informatika.com/packet-switching/">packet-switching</a>. Standar ini memiliki tiga lapisan yaitu:</p>
<ul>
<li>Lapisan Fisik: menyangkut interface antara suatu stasiun dengan jalur yang terhubung dengan simpul <a href="http://teknik-informatika.com/packet-switching/">packet-switching</a>.</li>
<li>Lapisan Jalur: dimaksudkan agar transfer data yang melintasi jalur fisik cukup andal, dengan cara mentransmisikan data sebagai rantaian dari bingkai data (frame).</li>
<li>Lapisan Paket: menyediakan layanan virtual circuit eksternal, yang memungkinkan stasiun mampu menyusun logika koneksi (virtual circuit) ke stasiun tujuan.</li>
</ul>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/dns-nfs-snmp-gopher/"><strong>Aplikasi Protokol TCP/IP (DNS, NFS, SNMP, Gopher)</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/"><strong>Index Jaringan Komputer</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=939&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/protokol-x25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Packet Switching</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/packet-switching/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/packet-switching/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 08:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[circuit switching]]></category>
		<category><![CDATA[packet switching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=938</guid>
		<description><![CDATA[Packet Switching
Oleh Faisal Akib
Packet switching diperkenalkan tahun 1971 melalui proyek ARPA-net (Advanced Research Project Agency Network). Packet Switching telah dikembangkan dan masih dimanfaatkan hingga kini terutama pada jaringan internet.
Ada dua hal yang menyebabkan “packet switcing” diperkenalkan, yaitu:

Untuk beberapa koneksi data sebagian besar waktunya berada pada keadaan idle sehingga pendekatan circuit switching menjadi tidak effisien
Dalam jaringan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Packet Switching</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p><a href="http://teknik-informatika.com/packet-switching/">Packet switching</a> diperkenalkan tahun 1971 melalui proyek ARPA-net (Advanced Research Project Agency Network). Packet Switching telah dikembangkan dan masih dimanfaatkan hingga kini terutama pada jaringan internet.</p>
<p>Ada dua hal yang menyebabkan “packet switcing” diperkenalkan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Untuk beberapa koneksi data sebagian besar waktunya berada pada keadaan idle sehingga pendekatan <a href="http://teknik-informatika.com/circuit-switching/">circuit switching </a>menjadi tidak effisien</li>
<li>Dalam jaringan <a href="http://teknik-informatika.com/circuit-switching/">circuit switching</a> koneksi yang terjadi memungkinkan dilakukannya transmisi pada rate data yang konstan. Masing-masing perangkat yang berhubungan harus bekerja pada rate data yang sama sehingga dapat membatasi kegunaan <a href="http://teknik-informatika.com/jaringan-komputer/">jaringan</a> yang memiliki interkoneksi <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi/">berbagai macam komputer</a>.</li>
</ul>
<p>Pada teknik packet-switching data yang akan di-transfer dari satu stasiun lain yang jaraknya berjauhan “dibagi” menjadi beberapa paket dengan ukuran tetap dan terbatas, kemudian setiap paket diberi nomor dan alamat.</p>
<p>Setiap paket data akan memilih jalurnya sendiri meuju stasiun tujuan, dengan demikian pada dasarnya beberapa stasiun bisa menggunakan saluran komunikasi yang sama sehingga biaya transmisi data bisa lebih murah</p>
<p>Ada dua pendekatan yang digunakan untuk menyalurkan data dalam teknik packet switching, yaitu pendekatan <em>datagram</em> dan pendekatan <em>virtual circuit</em>.</p>
<p>Pada pendekatan datagram masing-masing paket data diperlakukan secara terpisah, tanpa dikaitkan dengan paket yang sudah lewat sebelumnya. Sebagai akibatnya dapat saja terjadi bahwa paket sampai dengan urutan yang berbeda sewaktu dikirim. Kemungkinan lain adalah beberapa paket hilang di tengah jalan dan tidak sampai ke tujuan. Adalah tanggung jawab stasiun penerima untuk mengatasi masalah yang timbul pada penerimaan data</p>
<p>Pada pendekatan <em>virtual circuit </em>jalur yang akan dilewati telah direncanakan terlebih dahulu sebelum paket-paket data dikirim. Kondisinya mirip dengan circuit switching, namun virtual circuit emungkinkan stasiun lain menggunakan jalur secara bersama, sementara pada circuit switching jalur dikuasai oleh dua stasiun yang saling berkomunikasi.</p>
<p>Perbedaan antara pendekatan datagram dan virtual circuit terletak pada pemilihan jalur (routing). Datagram melakukan routing setiap tiba pada satu simpul sedangkan virtual circuit hanya melakukan routing sekali, pada saat jalur ditetapkan.</p>
<p>Pendekatan datagram lebih fleksibel dibanding  virtual circuit, karena pada saat terjadi kemacetan pada simpul tertentu maka routing dapat dipindahkan ke simpul yang lain.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0802-pewaktuan-packet-circuit-switching.jpg"><img title="Pewaktuan Packet &amp; Circuit Switching" src="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0802-pewaktuan-packet-circuit-switching.jpg" alt="GAMBAR Pewaktuan Packet &amp; Circuit Switching" width="476" height="365" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR Pewaktuan Packet &amp; Circuit Switching</p></div>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/dns-nfs-snmp-gopher/"><strong>Aplikasi Protokol TCP/IP (DNS, NFS, SNMP, Gopher)</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/"><strong>Index Jaringan Komputer</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=938&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/packet-switching/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Circuit Switching</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/circuit-switching/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/circuit-switching/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 08:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[circuit switching]]></category>
		<category><![CDATA[frequency division multiplexing]]></category>
		<category><![CDATA[time division multiplexing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=918</guid>
		<description><![CDATA[Circuit Switching

Oleh Faisal Akib
Circuit Switching adalah jaringan simpul-simpul komunikasi yang secara fisik dirancang untuk melaksanakan pemindahan data dari satu simpul ke simpul yang lain hingga tujuan dicapai.
Ada simpul yang terhubung ke simpul lain, tugasnya semata-mata hanya untuk switching data. Simpul lain terhubung ke stasiun, tugasnya selain untuk switching juga untuk menerima data dari stasiun. Jalur-jalur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Circuit Switching<br />
</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Circuit Switching adalah jaringan simpul-simpul komunikasi yang secara fisik dirancang untuk melaksanakan pemindahan data dari satu simpul ke simpul yang lain hingga tujuan dicapai.</p>
<p>Ada simpul yang terhubung ke simpul lain, tugasnya semata-mata hanya untuk switching data. Simpul lain terhubung ke stasiun, tugasnya selain untuk switching juga untuk menerima data dari stasiun. Jalur-jalur simpul biasanya di-multipleks, baik FDM (<em>frequency division multiplexing</em>) maupun TDM (<em>time division multiplexing</em>). Biasanya jaringan tidak sepenuhnya dikoneksikan, untuk menjaga reliabilitas jaringan, selalu disediakan kelebihan jalur.</p>
<p>Komunikasi melalui jaringan simpul meliputi tiga tahap, yaitu:</p>
<ul>
<li> <strong>Pembangunan</strong><strong> Circuit:</strong> circuit atau jaringan simpul yang akan dilewati dari satu stasiun ke stasiun lainnya ditetapkan, misalnya untuk mengirim data dari stasiun A ke stasiun E (lihat gambar yang menyertai posting ini), dapat ditetapkan jalur yang melewati simpul 4, simpul 5, dan simpul 6.</li>
<li> <strong>Transfer data:</strong> data kemudian di-transfer melalui circuit yang sudah ditetapkan.</li>
<li> <strong>Diskoneksi Circuit:</strong> setelah semua data selesai ditransfer maka sinyal dirambatkan ke simpul 4,5, dan 6 untuk membebaskan simpul tersebut agar bisa dipakai oleh stasiun lain.</li>
</ul>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 482px"><img title="jaringan switching sederhana" src="http://teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0801-jaringan-switching-sederhana.jpg" alt="GAMBAR Jaringan Circuit Switching Sederhana" width="472" height="296" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR Jaringan Circuit Switching Sederhana</p></div>
<p>Teknologi switching berkembang mulai sistem manual hingga sistem elektronik/digital:</p>
<ul>
<li>Manual switch</li>
<li>Step-by-step switch</li>
<li>Crossbar switch</li>
<li>Electronic Common Control (ECC) switch</li>
</ul>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/ftp-tftp-telnet-smtp/"><strong>Protokol Aplikasi FTP, TFTP, Telnet SMTP</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/"><strong>Index Jaringan Komputer</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=918&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/circuit-switching/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wide Area Network</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/wide-area-network/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/wide-area-network/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 07:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[atm]]></category>
		<category><![CDATA[circuit switching]]></category>
		<category><![CDATA[isdn]]></category>
		<category><![CDATA[packet switching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Wide Area Network

Oleh Faisal Akib
WAN adalah jaringan komputer yang mencakup areal yang luas, melintas batas gedung, batas kota, batas daerah, bahkan batas negara. WAN dapat merupakan koneksi beberapa LAN yang terletak berjauhan sehingga data harus ditransfer melalui jaringan komunikasi.
Sejak ditemukannya telepon, teknik switching merupakan teknologi yang dominan untuk komunikasi suara, dan juga komunikasi data (suara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Wide Area Network<br />
</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>WAN adalah jaringan komputer yang mencakup areal yang luas, melintas batas gedung, batas kota, batas daerah, bahkan batas negara. WAN dapat merupakan koneksi beberapa LAN yang terletak berjauhan sehingga data harus ditransfer melalui jaringan komunikasi.</p>
<p>Sejak ditemukannya telepon, teknik switching merupakan teknologi yang dominan untuk komunikasi suara, dan juga komunikasi data (suara, gambar, video, data biasa). Berbagai teknologi telah digunakan untuk mentransfer data jarak jauh: <em>circuit switcing</em>, <em>packet switcing</em>, <em>asynchronous transfer mode</em> (ATM), <em>frame relay</em>, dan <em>integrated service digital network</em> (ISDN).</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/ftp-tftp-telnet-smtp/"><strong>Protokol Aplikasi FTP, TFTP, Telnet SMTP</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/"><strong>Index Jaringan Komputer</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=916&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/wide-area-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klasifikasi Jaringan Komputer</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/klasifikasi-jaringan-komputer/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/klasifikasi-jaringan-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 14:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Jaringan Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[campus area network]]></category>
		<category><![CDATA[Local Area Network]]></category>
		<category><![CDATA[media transmisi]]></category>
		<category><![CDATA[metropolitan area network]]></category>
		<category><![CDATA[Wide Area Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Klasifikasi Jaringan Komputer

Oleh Faisal Akib
Ada dua model/tipe dasar jaringan komputer yaitu: jaringan peer-to-peer atau jaringan client/server. Jaringan peer-to-peer adalah jaringan dimana komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya. Model jaringan ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Klasifikasi Jaringan Komputer<br />
</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Ada dua model/tipe dasar <a href="http://teknik-informatika.com/jaringan-komputer/" target="_blank">jaringan komputer </a>yaitu: jaringan <em>peer-to-peer</em> atau jaringan <em>client/server</em>. Jaringan <strong>peer-to-peer</strong> adalah jaringan dimana komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya. <a href="http://teknik-informatika.com/peta-jaringan-komputer/" target="_blank">Model jaringan</a> ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer terlalu banyak. Bisa dibayangkan apabila ternyata ada banyak komputer yang tiba-tiba meminta beberapa file dari satu komputer yang sama, bagaimana melayaninya?</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-peer-to-peer.jpg"><img title="Jaringan Peer-to-Peer" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-peer-to-peer.jpg" alt="GAMBAR Jaringan Peer-to-Peer" width="500" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR Jaringan Peer-to-Peer</p></div>
<p>Model yang lain, jaringan <strong>client/server</strong>, pada model ini ada satu komputer yang disiapkan menjadi pelayan (server) dari komputer lainnya (client). Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer <em>client </em>harus dilewatkan ke komputer <em>server</em>, komputer server ini yang akan mengatur pelayanannya. Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi server, sehingga ada pembagian tugas, milsanya <em>file-server</em>, <em>print-server, database server</em> dan sebagainya. Tentu saja konfigurasi komputer server biasanya lebih dari konfigurasi komputer client baik dari segi kapasitas memori, kapasitas hardisk, maupun kecepatan prosessornya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 337px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-client-server.jpg"><img title="Jaringan Client-Server" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-client-server.jpg" alt="GAMBAR Jaringan Client-Server" width="327" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR Jaringan Client-Server</p></div>
<p>Jaringan dapat pula dibedakan berdasarkan cakupan areal layanan (atau menurut geografis) menjadi :</p>
<ul>
<li><a href="http://teknik-informatika.com/local-area-network/" target="_blank"><em>Jaringan Lokal</em> (Local Area Network / LAN)</a></li>
<li><em>Jaringan Kampus </em>(Campus Area Network / CAN)</li>
<li><em>Jaringan Kota</em> (Metropolitan Area Network / MAN)</li>
<li><a href="http://teknik-informatika.com/wide-area-network/" target="_blank"><em>Jaringan Luas </em>(Wide Area Network / WAN)</a></li>
</ul>
<p><strong>Jaringan Lokal (LAN) </strong>adalah jaringan dengan cakupan areal terbatas pada satu lokasi, misalnya dalam satu ruangan, satu gedung, atau beberapa gedung yang sangat berdekatan. LAN pada umumnya menggunakan media transmisi berupa kabel, seperti kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) pada jarak maksimum 100 meter, kabel Coaxial hingga 500 meter, bahkan Serat Optik (Fiber Optic) dalam jarak lingkar 3 kilometer, tetapi banyak LAN yang tidak pakai kabel (Wireless LAN atau WaveLAN) tetapi menggunakan frekuensi radio sebagai media transmisi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/berbagai-media-transmisi.jpg"><img title="Berbagai Media Transmisi" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/berbagai-media-transmisi.jpg" alt="Gambar Berbagai Media Transmisi" width="315" height="113" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Berbagai Media Transmisi</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 361px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-local-area-network-lan.jpg"><img title="Jaringan Lokal LAN" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-local-area-network-lan.jpg" alt="Gambar Jaringan Lokal (LAN)" width="351" height="248" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Jaringan Lokal (LAN)</p></div>
<p><strong>Jaringan Kampus (CAN)</strong> adalah perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kampus yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak lebih dari beberapa ratus meter. Kabel transmisi yang digunakan adalah Coaxial atau Serat Optik, disamping itu WaveLAN juga digunakan dalam areal sekitar 3 kilometer.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 401px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-campus-area-network.jpg"><img title="Jaringan Kampus" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-campus-area-network.jpg" alt="GAMBAR Jaringan Campus Area Network" width="391" height="221" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR Jaringan Campus Area Network</p></div>
<p><strong>Jaringan Kota (MAN) </strong>adalah perluasan LAN dan CAN sehingga mencakup areal satu kota, misalnya jaringan antar kampus dan jaringan antar kantor cabang, sehingga dapat mencapai jarak rentang antara 10 – 45 kilometer. Media transmisi kabel adalah Serat Optik, tetapi banyak yang menggunakan fasilitas komunikasi telepon seperti jalur sewa (leased line, T1 line), atau menggunakan antena parabola melalui gelombang mikro (microwave), bahkan antena Satelit.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 344px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringa-metropolitan-area-network.jpg"><img title="Metropolitan Area Network" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringa-metropolitan-area-network.jpg" alt="GAMBAR Jaringan Metropolitan Area Network" width="334" height="209" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR Jaringan Metropolitan Area Network</p></div>
<p><strong>Jaringan Luas (WAN) </strong>adalah jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua, bentangannya bisa mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 433px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-wide-area-network.jpg"><img title="Jaringan Wide Area Network" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/jaringan-wide-area-network.jpg" alt="GAMBAR Jaringan Wide Area Network" width="423" height="253" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR Jaringan Wide Area Network</p></div>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/prinsip-kerja-mikroprosesor/ "><strong>Prinsip Kerja Mikroprosesor</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=869&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/klasifikasi-jaringan-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
