<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TEKNIK INFORMATIKA &#187; multiplexing</title>
	<atom:link href="http://teknik-informatika.com/tag/multiplexing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teknik-informatika.com</link>
	<description>Teknologi Informasi &#124; Sistem Informasi &#124; Ilmu Komputer &#124; ICT</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jun 2010 01:46:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Transmisi Data</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/transmisi-data/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/transmisi-data/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 23:51:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Komunikasi Data]]></category>
		<category><![CDATA[arah transmisi]]></category>
		<category><![CDATA[cdm]]></category>
		<category><![CDATA[fdm]]></category>
		<category><![CDATA[jalur komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[mode transmisi]]></category>
		<category><![CDATA[multiplexing]]></category>
		<category><![CDATA[point to mulitpoint]]></category>
		<category><![CDATA[point to point]]></category>
		<category><![CDATA[tdm]]></category>
		<category><![CDATA[transmisi data]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=1148</guid>
		<description><![CDATA[Jenis-Jenis Transmisi Data
Oleh Faisal Akib
Transmisi data dapat dibedakan menjadi dua macam, transmisi serial dan transmisi paralel. Transmisi serial adalah transmisi data dimana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan, dengan demikian data yang terdiri atas banyak bit, dikirim secara ber-urutan, satu persatu. Setiap komputer diperlengkapi dengan saluran serial atau serial-port (RS-232C), yaitu saluran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Jenis-Jenis Transmisi Data</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Transmisi data dapat dibedakan menjadi dua macam, <em>transmisi serial</em> dan <em>transmisi paralel</em>. Transmisi serial adalah transmisi data dimana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan, dengan demikian data yang terdiri atas banyak bit, dikirim secara ber-urutan, satu persatu. Setiap komputer diperlengkapi dengan saluran serial atau <em>serial-port (RS-232C)</em>, yaitu saluran yang bisa menerima / mengirim data secara serial. Transmisi paralel adalah transmisi data dimana dalam satu satuan waktu beberapa bit (biasanya 8-bit) bisa disalurkan bersamaan. Pada komputer tersedia juga saluran paralel atau <em>paralel-port</em> misalnya saluran yang dihubungkan dengan printer ketika akan mencetak data.</p>
<p>Pada kenyataan, <a href="http://teknik-informatika.com/jaringan-telekomunikasi/">komunikasi jarak jauh</a> melalui kabel banyak dilakukan secara serial, misalnya saluran telepon, karena untuk transmisi paralel diperlukan kabel 8-kali lipat kebutuhan kabel pada transmisi serial.</p>
<p><strong>Konfigurasi Jalur Komunikasi</strong></p>
<p>Konfigurasi jalur komunikasi adalah cara meng-hubungkan perangkat perangkat yang akan melakukan komunikasi, dapat dibedakan menjadi : konfigurasi <em>titik-ke-titik (point-to-point)</em> dan konfigurasi <em>multi-titik (multipoint).</em></p>
<p>Titik-ke-titik (point-to-point) menghubungkan secara khusus dua piranti yang hendak berkomunikasi. Konfigurasi ini banyak ditemukan pada transmisi paralel, misalnya komunikasi antara dua komputer secara paralel untuk melakukan penyalinan file-file data, walaupun transmisi serial dimungkinkan pula apabila jarak antara dua piranti jauh.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 437px"><img title="Koneksi Point-to-Point" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/komdat/koneksi-point-to-point.jpg" alt="GAMBAR: Koneksi Point-to-Point" width="427" height="269" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Koneksi Point-to-Point</p></div>
<p>Multi-titik (multipoint) menyatakan hubungan yang memungkinkan sebuah jalur digunakan oleh banyak piranti yang berkomunikasi. Sebagai contoh adalah konfigurasi pada <a href="http://teknik-informatika.com/topologi-jaringan/">jaringan bertopologi bus</a>, dimana satu saluran data (backbone) terhubung ke beberapa komputer.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 374px"><img title="Koneksi Multipoint" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/komdat/koneksi-multipoint.jpg" alt="GAMBAR: Koneksi Multipoint" width="364" height="121" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Koneksi Multipoint</p></div>
<p><strong>Mode Transmisi</strong></p>
<p>Mode transmisi adalah cara pengiriman data dari satu piranti ke piranti lain, yaitu secara <em>sinkron (synchronous transmission)</em> dan <em>tak-sinkron (asynchronous transmission)</em>.</p>
<p>Transmisi sinkron adalah transmisi data dimana kedua pihak, pengirim dan penerima, berada pada waktu yang sinkron, biasanya dimulai dengan sinyal SYN untuk melakukan sinkronisasi antara dua piranti yang berkomunikasi, kemudian menyusul sinyal STX (start-of-text) yang menyatakan awal dari transmisi data, kemudian sejumlah (blok) data dikirim, dan ditutup dengan ETX (end-of-text), terakhir ada sinyal BCC (block-check-character) yang digunakan untuk mengecek kesalahan dalam penerimaan data.</p>
<p>Transmisi tak-sinkron adalah transmisi data dimana kedua pihak, pengirim dan penerima tidak perlu berada pada waktu yang sinkron. Mode transmisi ini diterapkan pada komunikasi data dimana kecepatan piranti pengirim dan piranti penerima jauh berbeda. Sebagai contoh transmisi data dari <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-input-pengetikan/">keyboard</a> ke <a href="http://teknik-informatika.com/ram/">memory</a> dilakukan tak-sinkron karena kecepatan keyboard ditentukan oleh kecepatan user dalam menekan tombol (faktor manusia), <a href="http://teknik-informatika.com/memori-chip/">kecepatan memory</a> ditentukan oleh transfer-rate dari memory, namun bagaimanapun cepatnya manusia dalam mengetik masih lambat dibanding kecepatan <a href="http://teknik-informatika.com/mikroprosesor/">prosessor</a> dalam mentransfer data. Apabila dilakukan secara sinkron maka memory / prosessor banyak kehilangan waktu percuma, menanti tombol ditekan. Biasanya transmisi tak-sinkron dilakukan karakter-per-karakter, dimana setiap karakter diawal oleh start-of-bit (SOB) dan ditutup dengan parity-bit (untuk memeriksa kesalahan) dan end-of-bit (EOB).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Arah Transmisi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Arah transmisi dari dua piranti yang berkomunikasi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : <em>Simplex, Half-duplex, </em>dan <em>Full-duplex.</em></p>
<p><em>Simplex</em> menyatakan komunikasi antara dua piranti hanya bisa dilakukan satu arah saja, dari sumber/pengirim ke tujuan/penerima. Sebagai contoh komunikasi antara pemancar TV dengan pesawat TV, komunikasi antara amplifier dengan speaker, komunikasi antara perangkat barcode dengan komputer.</p>
<p><em>Half-duplex</em> menyatakan komunikasi antara dua piranti yang bisa dilakukan dua arah namun tidak serentak (tidak bersamaan) tetapi bergantian, bila satu piranti sedang mengirim yang lain hanya menerima, dan sebaliknya.  Sebagai contoh komunikasi yang menggunakan Handy-Talkie atau Walki-Talkie dilakukan secara half-duplex.</p>
<p><em>Full-duplex </em>menyatakan komunikasi antara dua piranti yang bisa dilakukan dua arah dan bisa serentak (bersamaan). Sebagai contoh komunikasi melalui pesawat telepon adalah komunikasi full-duplex.</p>
<p>Komunikasi antara dua komputer bisa saja menggunakan salah satu dari ketiga arah transmisi tersebut, bergantung pada protokol komunikasi yang digunakannya.</p>
<p><strong>Multiplexing</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Multiplexing berkaitan dengan effektivitas penggunaan <a href="http://teknik-informatika.com/media-transmisi-wired/">media komunikasi</a>, dimana satu media akan lebih effektif apabila bisa digunakan oleh lebih dari satu transmisi data. Sebagai contoh, suatu <a href="http://teknik-informatika.com/media-transmisi-wireless/">media</a> yang memiliki kapasitas besar (misalnya serat-optik dengan 384 Kbps) tentu tidak effisien apabila hanya digunakan oleh satu transmisi  berkecepatan rendah (misalnya koneksi dua komputer dengan 64 Kbps).  Perangkat yang diperlukan untuk melakukan multiplexing adalah multiplexer (MUX) dan demultiplexer (DEMUX).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 401px"><img title="Multiplexing" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/komdat/multiplexing.jpg" alt="GAMBAR: Multiplexing" width="391" height="111" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Multiplexing</p></div>
<p>Pada dasarnya ada tiga macam bentuk multiplexing, yaitu: <em>Time Division Multiplexing (TDM), Frequency Division Multiplexing, </em>dan <em>Code Division Multiplexing (CDM)</em>.</p>
<p>TDM (Time Division Multiplexing) adalah teknik multiplexing dengan cara memberi alokasi waktu pada masing-masing transmisi secara bergiliran. Teknik TDM biasa digunakan apabila total kapasitas transmisi melebihi kapasitas medium, yang biasa disebut <em>baseband</em> medium (jalur sempit). Karena kapasitas medium terbatas maka setiap piranti yang berkomunikasi mendapat slot-waktu untuk mengirim data.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 317px"><img title="Time Division Multiplexing" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/komdat/tdm.jpg" alt="GAMBAR: Time Division Multiplexing, Tiap Channel Mendapat Alokasi Waktu" width="307" height="180" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Time Division Multiplexing, Tiap Channel Mendapat Alokasi Waktu</p></div>
<p>FDM  (Frequency Division Multiplexing) adalah teknik multiplexing dimana setiap piranti diberi frekuensi modulasi yang berbeda sehingga bisa bersamaan melakukan transmisi melalui satu media. Teknik FDM banyak digunakan pada komunikasi data dengan medium berkapasitas besar, biasa disebut sebagai <em>broadband</em> (jalur lebar)<em> </em>medium. Melalui teknik ini berbagai siaran TV dapat disalurkan dalam satu kabel (cable TV), atau Video, Suara, dan Data bisa disalurkan bersama dalam satu kabel.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 367px"><img title="Frequency Division Multiplexing" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/komdat/fdm.jpg" alt="GAMBAR: Frequency Division Multiplexing, tiap channel memakai frekuensi berbeda" width="357" height="209" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Frequency Division Multiplexing, tiap channel memakai frekuensi berbeda</p></div>
<p>CDM adalah teknik multiplexing dimana setiap channel atau piranti yang berkomunikasi menggunakan kode data yang berbeda sehingga bisa bersamaan (seperti pada FDM) pada satu saat, dan sekaligus bisa menggunakan slot waktu berbeda (seperti pada TDM). Teknik CDM memungkinkan bandwidth saluran komunikasi suara bisa digunakan bersama oleh banyak telepon selular.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 501px"><img title="Code Division Multiplexing" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/komdat/teknik-cdm.jpg" alt="GAMBAR: Code Division Multiplexing, dua naskah dengan kode berbeda" width="491" height="440" /><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Code Division Multiplexing, dua naskah dengan kode berbeda</p></div>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-input/"><strong>Perangkat Input</strong></a></p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=1148&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/transmisi-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
