<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TEKNIK INFORMATIKA &#187; basis data</title>
	<atom:link href="http://teknik-informatika.com/tag/basis-data/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teknik-informatika.com</link>
	<description>Teknologi Informasi &#124; Sistem Informasi &#124; Ilmu Komputer &#124; ICT</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jun 2010 01:46:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>OLAP dan Data-Mining</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/olap-dan-data-mining/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/olap-dan-data-mining/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 23:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[data-mining]]></category>
		<category><![CDATA[olap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[OLAP dan Data-Mining
Oleh Faisal Akib
Suatu data warehouse hanya bermanfaat apabila berbagai informasi penting dapat dihasilkan, dan untuk menghasilkan informasi penting diperlukan perangkat lunak aplikasi pemroses data. Ada dua sistem perangkat lunak yang biasa digunakan untuk menarik informasi dari data warehouse, yaitu: On Line Analytical Processor (OLAP) dan Data-mining.
Olap adalah perangkat lunak yang melakukan pemrosesan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">OLAP dan Data-Mining</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Suatu <a href="http://teknik-informatika.com/data-warehouse/">data warehouse</a> hanya bermanfaat apabila berbagai informasi penting dapat dihasilkan, dan untuk menghasilkan informasi penting diperlukan <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak-aplikasi/" target="_blank">perangkat lunak aplikasi</a> pemroses data. Ada dua sistem perangkat lunak yang biasa digunakan untuk menarik informasi dari data warehouse, yaitu: <em>On Line Analytical Processor</em> (OLAP) dan <em>Data-mining</em>.</p>
<p>Olap adalah <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak/">perangkat lunak</a> yang melakukan pemrosesan yang memanipulasi dan menganalisa data bervolume besar dari berbagai perspektif (multidimensi). Data multidimensi adalah data yang dapat dimodelkan sebagai atribut dimensi dan atribut ukuran. Atribut dimensi adalah atribut kualitatif seperti nama barang, warnanya, dan jenisnya, sedang atribut ukuran adalah atribut kuantitatif seperti jumlah barang dan  harganya. OLAP dapat digunakan untuk menganalisis data lebih dalam lagi dengan teknik <em>drill-down, slicing, </em>dan <em>consolidation.</em></p>
<ul>
<li><em>Drill-down </em>adalah pengolahan data sedemikian rupa sehingga dari data yang ringkas dapat dijabarkan menjadi data yang lebih detil agar dapat diperoleh informasi yang rinci.</li>
<li><em>Slicing </em>adalah pengolahan data untuk melihat data dari berbagai sudut pandang, misalnya dengan melihat hubungan penjualan satu macam produk berdasarkan kategorinya, seperti penjualan sirup berdasarkan rasa strawberry, mawar, pisang ambon, dsb.</li>
<li><em>Consolidation </em>adalah pengolahan data dengan cara melakukan pengelompokan, misalnya data penjualan pertahun selama 5 tahun berturut-turut, atau menurut triwulan, dan bulanan.</li>
</ul>
<p>Beberapa perangkat lunak OLAP yang dipasarkan adalah:</p>
<ul>
<li>PowerPlay (Cognos Software)</li>
<li>Metacube (Informix/Stanford Technology Group)</li>
<li>Express Server (Oracle)</li>
<li>HighGate (Sybase)</li>
</ul>
<p><strong>Data-Mining</strong> adalah <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak/">perangkat lunak</a> yang digunakan untuk menemukan pola-pola tersembunyi maupun hubungan-hubungan yang terdapat dakam kumpulan basisdata seperti data warehouse. Data mining memanfaatkan berbagai teknik analisis untuk menemukan pola tersebut, antara lain: statistik, <a href="http://teknik-informatika.com/neuro-fuzzy/">logika fuzzi, jaringan syaraf tiruan</a>, algoritma genetika, dan teknologi kecerdasan buatan lainnya.</p>
<p>Sebagai contoh tersedia data penjualan mobil selama beberapa tahun dalam bentuk <a href="http://teknik-informatika.com/data-warehouse/">data warehouse</a>, dengan data-mining ternyata kemudian ditemukan fakta bahwa “kebanyakan pembeli mobil Xenia adalah wanita berusia antara 25 sampai dengan 35 tahun”, oleh sebab itu segmen pasar ini perlu digarap semaksimal mungkin.</p>
<p>Aplikasi data mining dalam bidang perbankan misalnya digunakan untuk mendeteksi pola penyalahgunaan kartu kredit serta tingkat loyalitas nasabah. Pada bidang pemasaran dapat ditemukan pola pembelian para konsumen, serta segmen pasar potensial produk tertentu.</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/mikroprosesor/"><strong>Mikroprosesor</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=713&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/olap-dan-data-mining/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Data Warehouse</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/data-warehouse/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/data-warehouse/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 23:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[data base]]></category>
		<category><![CDATA[data warehouse]]></category>
		<category><![CDATA[oltp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[Data Warehouse
Oleh Faisal Akib
Apabila berbagai basis data selama beberapa tahun selalu dipelihara dan dikumpulkan maka kumpulan berbagai data periodik ini bisa disebut sebagai data warehouse. Kumpulan basis data ini dapat menjadi bahan untuk analisis data dan terutama untuk mendukung pengambilan keputusan, dan pada umumnya tidak digunakan oleh organisasi untuk memproses transaksi. Sistem untuk transaksi data [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Data Warehouse</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Apabila berbagai <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/">basis data</a> selama beberapa tahun selalu dipelihara dan dikumpulkan maka kumpulan berbagai data periodik ini bisa disebut sebagai <em><a href="http://teknik-informatika.com/data-warehouse/">data warehouse</a></em>. Kumpulan basis data ini dapat menjadi bahan untuk analisis data dan terutama untuk <a href="http://teknik-informatika.com/sistem-pendukung-keputusan/">mendukung pengambilan keputusan</a>, dan pada umumnya tidak digunakan oleh organisasi untuk memproses transaksi. Sistem untuk <a href="http://teknik-informatika.com/sistem-pemrosesan-transaksi/">transaksi data harian</a> biasa disebut sebagai <em>On Line Transaction Processing</em> (OLTP), sebagai perbandingan berikut ini disajikan tabel perbedaan Data Warehouse dan OLTP.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>TABEL: Perbandingan antara Data Warehouse dan OLAP</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>Data Warehouse</strong></p>
</td>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>OLTP</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="295" valign="top">
<ul>
<li>Lebih cendrung menangani data masa lalu</li>
<li>Data disimpan dalam satu macam platform</li>
<li>Melayani permintaan insidentil, tak   berstruktur, dan bersifat heuristik</li>
<li>Mendukung pengambilan keputusan strategis</li>
<li>Data diorganisasi menurut subjek, misalnya   menurut produk, supplier</li>
<li>Ber-orientasi pada analisis</li>
<li>Dapat mendukung kelompok manajerial yang   berjumlah sedikit</li>
</ul>
</td>
<td width="295" valign="top">
<ul>
<li>Menangani data masa kini</li>
<li>Data bisa saja tersimpan dalam berbagai   platform</li>
<li>Melayani permintaan yang periodik atau   berulang</li>
<li>Mendukung pengambilan keputusan operasional   (sehari-hari)</li>
<li>Data diorganisasi menurut fungsi, misalnya   menurut penjualan atau menurut produksi</li>
<li>Ber-orientasi pada transaksi</li>
<li>Mendukung kelompok kerja operasional,   berjumlah banyak</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber data dari Data Warehouse adalah <a href="http://teknik-informatika.com/sistem-pemrosesan-transaksi/">data operasional</a> dalam suatu organisasi seperti data pelanggan, data produk, dsb, kemudian ditambah dengan data eksternal misalnya dari Internet seperti data pemasok, dan data komersial lainnya.</p>
<p>Data Warehouse bersifat multidimensional, lebih dari dua dimensi, sementara tabel relasional untuk <a href="http://teknik-informatika.com/olap-dan-data-mining/">OLAP</a> hanya berdimensi dua. Sebagai contoh berikut ini adalah tayangan data tiga dimensi dari data pembelian barang selama beberapa tahun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/gambaran-data-tiga-dimensi.jpg"><img title="Gambaran data 3 dimensi" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/gambaran-data-tiga-dimensi.jpg" alt="GAMBAR: Gambaran Data Tiga Dimensi" width="406" height="310" /></a><p class="wp-caption-text">GAMBAR: Gambaran Data Tiga Dimensi</p></div>
<p>Berdasarkan susunan data dimensional seperti diatas, analisis data dapat dilakukan misalnya untuk menjawab pertanyaan : “Berapa jumlah barang-1 yang disalurkan oleh pemasok-2 antara tahun (n-3) sampai dengan tahun (n-1)?”. Persoalan utama yang mungkin dihadapi adalah volume data warehouse tentu sangat besar sehingga diperlukan <a href="http://teknik-informatika.com/multiprosesor/">teknologi pemrosesan paralel</a> seperti <em>Symmetric Multi Processor </em>(SMP) atau <em>Massively Parallel Processor</em>(MPP).</p>
<p>Data Warehouse dapat dibangun menggunakan <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak-aplikasi/">program aplikasi</a> yang dirancang sendiri, tetapi tersedia beberapa perangkat lunak yang dipasarkan khusus untuk membangun data warehouse pada suatu organisasi, antara lain:</p>
<ul>
<li>SourcePoint (Software AG)</li>
<li>HP Intelligent Warehouse (Hewlett Packard)</li>
<li>FlowMark (IBM)</li>
</ul>
<p>Laudon dan Laudon (1998) dalam  bukunya menuliskan beberapa langkah untuk membangun data warehouse organisasi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Menentukan misi dan sasaran bisnis yang akan dicapai dengan membangun data warehouse.</li>
<li>Melakukan identifikasi komponen data yang diperlukan dari basisdata operasional untuk membangun data warehouse.</li>
<li>Merancang struktur basis data untuk data warehouse.</li>
<li>Membangun kebijakan dalam mengarsipkan data lama sehingga ruang penyimpanan bisa diatur sedemikian rupa agar eksekusi program analisa data tidak terlalu lamban.</li>
<li>Mentransfer data operasional secara periodik ke dalam basis data warehouse.</li>
</ol>
<p>Selain data warehouse dikenal pula istilah <strong><em>data mart</em></strong> yang tidak merupakan bagian dari data warehouse untuk melayani kebutuhan organisasi dalam lingkup yang lebih sempit, misalnya kebutuhan bagian atau departemen tertentu dalam organisasi. Perbedaan antara data warehouse dan data mart antara lain:</p>
<ul>
<li>Data mart difokuskan untuk keperluan pemakai yang terkait dalam sebuah departemen atau suatu fungsi bisnis.</li>
<li>Data mart biasanya mengandung data operasional yang tidak terlalu rinci seperti pada data warehouse.</li>
<li>Data mart umumnya mengandung informasi yang lebih sedikit dibanding dengan data warehouse.</li>
</ul>
<p>Beberapa contoh produk data mart adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>SmartMart (IBM)</li>
<li>Visual Warehouse (IBM)</li>
<li>PowerMart (Informatica)</li>
</ul>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/mikroprosesor/ "><strong>Mikroprosesor</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=709&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/data-warehouse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perancangan Basis Data</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/perancangan-basis-data/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/perancangan-basis-data/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 23:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[informasi dan organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[perancangan basis data]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Perancangan Basis Data
Oleh Faisal Akib
Suatu data base dibangun berdasarkan kebutuhan informasi dalam suatu organisasi, oleh sebab itu pada umumnya perancangan data base dimulai dari pengamatan kebutuhan informasi. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sering dilakukan dalam perancangan basisdata:

Teliti      informasi apa yang dibutuhkan oleh organisasi ini, misalnya dengan     [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Perancangan Basis Data</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Suatu <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/ ">data base</a> dibangun berdasarkan kebutuhan <a href="http://teknik-informatika.com/informasi-dan-organisasi/ ">informasi dalam suatu organisasi</a>, oleh sebab itu pada umumnya perancangan <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/ ">data base</a> dimulai dari pengamatan kebutuhan informasi. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sering dilakukan dalam perancangan basisdata:</p>
<ol>
<li>Teliti      informasi apa yang dibutuhkan oleh organisasi ini, misalnya dengan      me-wawancarai pengguna <a href="http://teknik-informatika.com/informasi-dan-organisasi/ ">informasi dalam organisasi</a> tersebut.</li>
<li>Pisahkan/kelompokkan  hasil temuan informasi menjadi beberapa      entity.</li>
<li>Pikirkan      field-data yang mendukung setiap entity</li>
<li>Tentukan      field-data yang mungkin menjadi indeks (primary key) setiap entity</li>
<li>Pikirkan      kemungkinan relasi antar entity
<ul>
<li>bila <em>one-to-one</em> : berarti sebenarnya kedua entity ini bisa digabung</li>
<li>bila <em>one-to-many</em> atau <em>many-to-one </em>: tambahkan primary-key dari entity sisi-one sebagai field-data baru pada entity sisi many.</li>
<li>bila <em>many-to-many</em> : ciptakan sebuah file-relasi dengan field data utama adalah primary-key masing-masing entity yang berelasi, tambahkan field data yang baru apabila field data ini bergantung pada kedua primary key.</li>
</ul>
</li>
<li>Pilih      DBMS untuk melakukan implementasi, dimana setiap entity diciptakan sebagai      sebagai sebuah table pada model relasional.</li>
</ol>
<p><strong>Contoh: </strong>Sistem Akademik pada umumnya membutuhkan informasi dasar sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Daftar Peserta Mata Kuliah (DPMK) : daftar per-mata kuliah yang memuat semua nama mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut pada rencana studi-nya di awal semester.</li>
<li>Daftar Nilai Akhir (DNA) : daftar per-mata kuliah yang memuat nama semua mahasiswa yang mengambil matakuliah tersebut disertai kode nilai yang akan dilingkari oleh dosen pengasuh di-akhir semester.</li>
<li>Kartu Hasil Studi (KHS) atau Rapor: print-out untuk setiap mahasiswa dimana termuat hasil studi mahasiswa tersebut untuk setiap matakuliah yang di-ikuti-nya, disertai IPS (indeks prestasi semester)</li>
</ul>
<p>Apabila ketiga informasi ini diteliti maka diperoleh domain data (entity) sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Data      Mahasiswa</li>
<li>Data      Matakuliah</li>
<li>Data      Dosen</li>
</ol>
<p>Data Mahasiswa didukung oleh field-field data sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Nomer Mahasiswa</li>
<li>Nama Mahasiswa</li>
<li>Alamat</li>
<li>Jenis Kelamin</li>
<li>Agama</li>
<li>Tgl Lahir</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p>Data Matakuliah didukung oleh field-field data sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Kode Matakuliah</li>
<li>Nama Matakuliah</li>
<li>SKS</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p>Data Dosen didukung oleh field-field data sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Kode Dosen</li>
<li>Nama Dosen</li>
<li>Alamat</li>
<li>Keahlian</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p>Ketiga entity tersebut diatas memiliki primary-key masing-masing, yaitu: Nomer-Mahasiswa untuk entity Mahasiswa, Kode-Matakuliah untuk entity Matakuliah, dan Kode-Dosen untuk entity Dosen.</p>
<p>Langkah berikutnya adalah menentukan relasi antar entity tersebut:</p>
<p><strong>Mahasiswa </strong><strong>&lt;&#8211;&gt;</strong><strong> MataKuliah : </strong>relasi ditandai dengan rencana studi, dimana satu mahasiswa dapat mem-program banyak matakuliah, dan sebaliknya satu matakuliah dapat diprogramkan oleh banyak mahasiswa, dengan kata lain relasi-nya many-to-many (M-to-N). Karena itu diperlukan file-relasi, yaitu file semester, dengan field-field data sbb:</p>
<ul>
<li>Kode matakuliah</li>
<li>Nomer mahasiswa</li>
<li>Nilai</li>
<li>kode semester</li>
</ul>
<p><strong>Dosen </strong><strong>&lt;&#8211;&gt;</strong><strong> Matakuliah : </strong>relasi ini ditandai dengan penugasan dosen, misalnya di program S1, pada umumnya seorang dosen boleh mengajar lebih dari satu matakuliah, dan satu matakuliah hanya diajar oleh seorang dosen, dengan demikian relasi-nya one-to-many (1-to-M). Karena itu primary key dari dosen (kode-dosen) ditambahkan ke entity matakuliah. File data dosen nanti tidak ada perubahan, tetapi field dari file matakuliah akan bertambah, menjadi:</p>
<ul>
<li>Kode Matakuliah</li>
<li>Nama Matakuliah</li>
<li>SKS</li>
<li>Kode-Dosen</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p>Kode-dosen pada file matakuliah disebut kunci-tamu atau foreign-key.</p>
<p><strong>Dosen </strong><strong>&lt;&#8211;&gt;</strong><strong> Mahasiswa : </strong>relasi ini ditandai dengan fungsi dosen sebagai penasehat akademik (PA), dimana seorang dosen boleh menjadi PA lebih dari satu mahasiswa sementara setiap mahasiswa memerlukan satu PA, sehingga relasi yang cocok adalah one-to-many (1-to-M). Karena itu primary key dari dosen ditambahkan ke entity mahasiswa, sehingga susunan field-data mahasiswa menjadi sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Nomer Mahasiswa</li>
<li>Nama Mahasiswa</li>
<li>Alamat</li>
<li>Jenis Kelamin</li>
<li>Agama</li>
<li>Tgl Lahir</li>
<li>Kode-Dosen</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p>Pada akhirnya basisdata akademik ini paling tidak harus terdiri atas empat tabel/file yaitu: Tabel Mahasiswa, Tabel Matakuliah, Tabel Dosen, dan Tabel Semester.</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/sejarah-komputer-generasi-vi/"><strong>Sejarah Komputer Generasi VI</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=561&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/perancangan-basis-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perangkat Lunak Basis Data</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak-basis-data/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak-basis-data/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 23:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat lunak basis data]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Perangkat Lunak Basis Data
Oleh Faisal Akib
Sebagaimana perkembangan teknologi informasi pada umumnya perkembangan teknologi basis data juga berjalan dengan pesat. Perkembangan basisdata banyak dijumpai pada perkembangan fitur-fitur (features) perangkat lunak manajemen basis data. Namun demikian apabila ditinjau dari sudut perancangan basisdata maka perkembangan yang terjadi tidak terlalu signifikan. Tatacara merancang basisdata tidak banyak berubah dari dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Perangkat Lunak Basis Data</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Sebagaimana perkembangan <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi/" target="_blank">teknologi informasi</a> pada umumnya perkembangan <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/" target="_blank">teknologi basis data</a> juga berjalan dengan pesat. Perkembangan basisdata banyak dijumpai pada perkembangan fitur-fitur (features) <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak-basis-data/" target="_blank">perangkat lunak manajemen basis data</a>. Namun demikian apabila ditinjau dari sudut <a href="http://teknik-informatika.com/perancangan-basis-data/" target="_blank">perancangan basisdata</a> maka perkembangan yang terjadi tidak terlalu signifikan. Tatacara merancang basisdata tidak banyak berubah dari dulu hingga sekarang, terkecuali pada teknik visualisasi antarmuka (user interface) dan perancangan berbasis objek.</p>
<p>Perangkat lunak <a href="http://teknik-informatika.com/sistem-manajemen-basis-data/" target="_blank">DMBS</a> yang cukup luas digunakan pada tahun 1980-an hingga tahun 1990-an khusus-nya pada komputer mikro adalah dBASE III+ dan FoxBase, dimana <a href="http://teknik-informatika.com/model-data/" target="_blank">model data</a> yang digunakan adalah model relasional. Sedang untuk komputer mini dan juga mainframe, pada umumnya digunakan <a href="http://teknik-informatika.com/bahasa-pemrograman/" target="_blank">bahasa pemrograman</a> tingkat tinggi seperti COBOL, FORTRAN, dan PL/I untuk melakukan akses ke basisdata (embedded database access) yang difasilitasi dengan DBMS seperti IMS (model hirarki), IDS (model jaringan), dan DB2 (model relasional). Ketika <a href="http://teknik-informatika.com/local-area-network/" target="_blank">teknologi jaringan lokal (LAN)</a> digunakan, mula-mula diperkenalkan oleh Novell, maka dBASE III+ semakin luas digunakan, beberapa perusahaan perangkat lunak menciptakan software pembangunan sistem database (database system development tools) seperti Clipper dan FoxPro.Pada komputer besar DBMS juga turut berkembang dengan munculnya perangkat lunak seperti SDK Ingres dan Oracle.</p>
<p>Menjelang tahun 2000 aplikasi berbasis objek mulai berkembang sehingga turut mempengaruhi perangkat lunak DBMS, dimulai dengan munculnya Visual dBASE, kemudian Visual FoxPro, lalu Delphi. Pencipta Delphi malah menyediakan fasilitas akses keberbagai format file basisdata sehingga dapat digunakan untuk menciptakan software aplikasi yang melakukan pengolahan data dari file-file database.</p>
<p>Berdasarkan orientasi pemakaiannya perangkat lunak basisdata dapat dikelompokkan dalam dua kategori: Perangkat lunak ber-orientasi untuk pemakai terbatas, dan perangkat lunak ber-orientasi untuk pemakai yang banyak.  <em></em></p>
<p><em>Perangkat Lunak ber-orientasi untuk pemakai terbatas.</em> Perangkat Lunak pada kategori ini umumnya digunakan pada komputer mikro (PC). Perangkat lunak jenis ini pada umumnya mudah di-instalasi dan juga relatif mudah digunakan. Beberapa contoh perangkat lunaknya adalah : MS-Access, dBase/Clipper, FoxPro, dan Borland-Paradox. Perangkat lunak inipun berkembang terutama pada beberapa aspek berikut ini:</p>
<ol>
<li>Tipe data yang pada awalnya hanya       character, numeric, dan date, diperluas ke image, sound, video, data OLE,       dsb.</li>
<li>Jika pada awalnya struktur basisdata       hanya terdiri atas nama-field, tipe, dan ukurannya, kini fitur baru pada       field-data diperkenalkan seperti nilai default,  pilihan field boleh kosong atau tidak,       dan bentuk validasi dari suatu field-data.</li>
<li>Berbagai utilitas juga dikembangkan seperti pembuatan query, report generator, perancangan user-interface, dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Kelemahan yang mungkin ditemukan pada kategori perangkat lunak ini adalah “keamanan data”, karena pada awalnya orientasi-nya hanya satu pengguna maka fitur pengamanan kurang dikembangkan. Sebagai contoh file-file basisdata diperlakukan sama dengan file lainnya, terbuka dan mudah diakses hanya melalui direktorinya.  <em></em></p>
<p><em>Perangkat Lunak ber-orientasi untuk banyak pengguna.</em> Perangkat lunak pada kategori ini memisahkan fungsi pengelolaan basisdata dengan fungsi pembangunan aplikasi sehingga “keamanan data” lebih terjamin. File-file database tidak bisa diakses oleh orang yang tidak diberi hak, sehingga aplikasi harus melakukan “koneksi” ke database sebelum akses data, apabila diberi izin barulah aplikasi ini dapat melakukan permintaan data. Perangkat lunak pada kategori ini telah dirancang untuk digunakan dalam jaringan komputer, jadi dapat diakses oleh banyak orang. Selain itu perangkat lunak pada kelompok ini menangani berbagai aspek-aspek pengelolaan basisdata, antara lain:</p>
<ol>
<li>Penanganan pemulihan data (data       recovery) ketika terjadi kegagalan dalam operasi basisdata.</li>
<li>Pembuatan data cadangan (data backup)       baik secara insidental maupun secara periodik, baik secara statis (ketika       pemakaian basisdata tidak aktif) maupun secara dinamis (ketika pemakaian       basisdata sedang aktif).</li>
<li>Pengendalian aspek-aspek pemakaian       bersama (concurency) sehingga tidak terjadi kekacauan, misalnya tidak       boleh dua pengguna meng-update data pada detik yang bersamaan, harus       ditentukan siapa yang lebih dulu.</li>
<li>Optimalisasi pengerjaan query (query       processing) agar aplikasi database dapat meningkat kinerjanya.</li>
<li>Optimalisasi pemanfaatan sumber daya seperti memory, hard-disk, processor, dan sebagainya, terutama bila tersedia sumberdaya paralel.</li>
</ol>
<p>Beberapa perangkat lunak yang masuk dalam kategori ini adalah: Oracle, Borland-Interbase, MS-SQL Server, CA-OpenIngres, Sybase, Informix, dan IBM-DB2.</p>
<p>Perangkat lunak basisdata pada umumnya menyediakan bahasa basisdata yang terdiri atas DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan DCML (Device Control Media Language), walau demikian implementasi bahasa ini berbeda, formatnya tergantung pada model data yang didukungnya, serta selera para penciptanya. Berikut ini disajikan beberapa contoh bahasa basisdata dari beberapa jenis perangkat lunak.  <strong> </strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Bahasa xBase</strong></p>
<p>Pada tahun 1980-an, Ashton-Tate memasarkan produk DBMS yang diberi nama dBase untuk komputer mikro, dengan demikian perusahaan kecil yang tidak mampu membeli komputer besar pada saat ini mempunyai kesempatan untuk membangun basisdata perusahaannya. Produk dBase sukses di pasaran sehingga banyak perusahaan lain yang menciptakan tiruan dBase, misalnya FoxBase yang kemudian menjadi FoxPro. Pada awal tahun 1990-an, Ashton-Tate kemudian melakukan tuntutan ke pengadilan akan haknya atas bahasa dBase, sayang sekali Ashton-Tate kemudian kalah, karena pada awalnya dBase ternyata diciptakan untuk keperluan badan ruang angkasa NASA, sehingga hak ciptanya telah berada ditangan pemerintah Amerika Serikat. Akhirnya pengadilan memutuskan bahwa dBase bukan milik Ashton-Tate dan sebaiknya dinamakan saja<strong> xBase</strong>.Berbagai bahasa DBMS dewasa ini masih memiliki kesamaan dengan xBase seperti dBase IV, FoxPro, Clipper, Visual dBase, Visual FoxPro, dsb.  Berikut ini contoh program yang ditulis dengan dBase versi DOS.</p>
<blockquote>
<pre><span style="font-size: small;"><span style="font-family: courier new,courier;">
******** contoh program xBase **********
SET ECHO OFF        &amp;&amp; baris program tidak ditampilkan
SET TALK OFF        &amp;&amp; hasil instruksi tidak tampil
SET COLOR TO +W/N   &amp;&amp; setting warna layar monitor
DO WHILE .T.        &amp;&amp; melakukan perulangan
    CLEAR           &amp;&amp; bersihkan monitor
    @ 8,30 SAY “M E N U   U T A M A”   &amp;&amp; menampilkan menu
    @12,30 SAY “ (T)ambah data “       &amp;&amp; ketik T untuk tambah data
    @14,30 SAY “ (E)dit data”          &amp;&amp; ketik E untuk edit data
    @16,30 SAY “ (P)rint data”         &amp;&amp; ketik P untuk cetak data
    @18,30 SAY “ e(X)it program”       &amp;&amp; ketik X untuk keluar
    STORE “X” TO ANSWER                &amp;&amp; beri X pada variabel ANSWER
    @20,37 GET ANSWER                  &amp;&amp; minta jawaban
    READ                               &amp;&amp; baca keyboard  

    DO CASE                            &amp;&amp; memilih kasus jawaban
    CASE UPPER(ANSWER)=”T”             &amp;&amp; bila jawaban = T
       USE CLIENTS                     &amp;&amp; buka file CLIENTS
       APPEND                          &amp;&amp; lakukan tambah data
       CLOSE DATABASE                  &amp;&amp; tutup file
    CASE UPPER(ANSWER)=”E”             &amp;&amp; bila jawaban = E
       USE CLIENTS                     &amp;&amp; buka file CLIENTS
       EDIT                            &amp;&amp; lakukan edit data
       CLOSE DATABASE                  &amp;&amp; tutup file
    CASE UPPER(ANSWER)=”P”             &amp;&amp; bila jawaban = P
       USE CLIENTS                     &amp;&amp; buka file CLIENTS
       LIST TO PRINT                   &amp;&amp; cetak data ke printer
       EJECT                           &amp;&amp; pindah ke halaman baru
       CLOSE DATABASE                  &amp;&amp; tutup file
    CASE UPPER(ANSWER)=”X”             &amp;&amp; bila jawaban = X
       QUIT                            &amp;&amp; keluar dari program
    ENDCASE                            &amp;&amp; akhir seleksi kasus
ENDDO                                  &amp;&amp; akhir perulangan
******************************************************************</span></span></pre>
</blockquote>
<p><strong>Bahasa Paradox Application Language (PAL)</strong></p>
<p>Seperti juga xBase bahasa PAL menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna dalam mengelola basisdata. PAL bergantung pada mesin Paradox, namun berbeda dengan xBase yang juga tersedia dalam bentuk compiler, PAL adalah bahasa Script yang terdiri atas beberapa modul sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><em>The Paradox Query Language</em> : bahasa yang diberi nama QBE (Query By Example) untuk melakukan query terhadap basisdata paradox.</li>
<li><em>Validity checking </em>: fasilitas untuk melakukan validasi terhadap data</li>
<li><em>Multitable forms </em>: fasilitas yang memungkin formulir dataentry berhubungan dengan lebih dari satu tabel.</li>
<li><em>Report generator</em> : fasilitas user-friendly untuk membuat laporan yang dilandasi oleh basisdata</li>
<li><em>Graphics </em>: fasilitas untuk menciptakan grafik seperti pie, bar, dan line yang dilandasi oleh data dari file-file basisdata</li>
</ul>
<p>Contoh sederhana dari suatu script PAL disajikan berikut ini:</p>
<blockquote>
<pre><span style="font-size: small;"><span style="font-family: courier new,courier;">PROC PALSCRIP( )
PRIVATE name, password, username
VIEW “USERS”
MOVETO FIELD “last name: “
FOR i FROM 1 TO 4
      @4,6 ? “Masukkan nama-nya : “
      ACCEPT “A10” TO username
      @4,6 CLEAR EOS
      CURSOR NORMAL
      LOCATE username
      IF retval
      THEN naemok = True
           QUITLOOP
      ELSE  BEEP
           MESSAGE “Nama anda tidak terdaftar”
      ENDIF
ENDFOR
ENDPROC </span></span></pre>
</blockquote>
<p><strong>BahasaVisual dBase</strong></p>
<p>Pada pertengahan tahun 1990-an Microsoft Corporation memperkenalkan beberapa produk ber-orientasi objek yang menonjolkan disain antarmuka berbentuk visualisasi seperti Visual BASIC, Visual C++, Borland Delphi, dsb. Sejalan dengan perkembangan itu maka Borland juga me-rilis Visual dBase, yang memiliki bahasa dasar yang  persis sama dengan bahasa xBase. Namun demikian pada hakekatnya konsep pemrograman xBase dan Visual dBase sangat berbeda. Pemrograman xBase mengikuti konsep prosedural, dimana program adalah susunan baris-baris program yang dilaksanakan secara ber-urutan melalui suatu prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Visual dBase mengikuti konsep “event-driven”, bahwa program berjalan berdasarkan urutan kejadian (event) yang dilakukan oleh user. Suatu event bisa berarti aksi yang dilakukan user ketika meng-klik mouse, menekan tombol Enter, atau memilih satu item-menu, dsb.</p>
<p>Membuat program dalam Visual dBase tidak dimulai dengan mengetik baris-baris program tetapi dimulai dengan formulir antarmuka, misalnya formulir dataentry atau formulir untuk report. Pada rancangan antarmuka ini biasanya dipasangi tombol-tombol khusus yang apabila di-klik (event-driven) akan melakukan sesuatu, nah dibelakang tombol-tombol inilah dipasangi program, misalnya sbb:</p>
<blockquote>
<pre><span style="font-family: courier new,courier;"><span style="font-size: small;">
Procedure TOMBOLHAPUS_OnClick
    Jawaban = MSGBOX(“Anda Yakin?”, ;
        “Menghapus Record data ini”, 4+16)
    IF Jawaban &lt;&gt; 6                     &amp;&amp; Pilihan No
        MSGBOX(“Record ini tdk dihapus”, “Perhatian”, 0)
        RETURN
    ELSE
        * Menghapus Record Data
        DELETE
        MSGBOX(“Record ini sudah dihapus”, “Perhatian”, 0)
        * ambil data sebelumnya
        SKIP -1
        * arahkan pointer record ke
        * record pertama bila ketemu BOF
        IF BOF( )
            GOTO TOP
        ENDIF
        * akhiri program jika tak ada lagi
        IF EOF( )
           MSGBOX(“Record sudah habis”, “Perhatian”, 0)
           FORM.Close( )
        ENDIF
    ENDIF
    * tampilkan record sekarang ini
    Form.TampilkanField()
 RETURN
</span></span></pre>
</blockquote>
<p>Program diatas adalah potongan program yang berada dibalik satu tombol yang bernama TOMBOLHAPUS, bila tombol ini di-klik maka program tersebut dilaksanakan.</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/sejarah-komputer-generasi-vi/"><strong>Sejarah Komputer Generasi VI</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/" target="_blank"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=560&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak-basis-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SQL</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/sql/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/sql/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 23:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[sql]]></category>
		<category><![CDATA[stuctured query language]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Structured Query Language (SQL)
Oleh Faisal Akib
SQL (Structured Query Language) adalah salah satu bahasa DBMS yang meng-adopsi model data relasional. SQL muncul dalam berbagai variasi seperti Microsoft SQL, MySQL, dan versi SQL lainnya. Pengetahuan dasar tentang SQL diperlukan karena bahasa ini menjadi salah satu bahasa populer dalam akses data di dunia Internet. SQL telah distandarisasi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Structured Query Language (SQL)</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://teknik-informatika.com/sql/" target="_blank">SQL</a> (Structured Query Language) adalah salah satu bahasa <a href="http://teknik-informatika.com/sistem-manajemen-basis-data/">DBMS</a> yang meng-adopsi model data relasional. SQL muncul dalam berbagai variasi seperti Microsoft SQL, MySQL, dan versi SQL lainnya. Pengetahuan dasar tentang SQL diperlukan karena bahasa ini menjadi salah satu bahasa populer dalam akses data di dunia <a href="http://teknik-informatika.com/jaringan-internet/" target="_blank">Internet</a>. SQL telah distandarisasi oleh ISO (International Standards Organization) dan ANSI (American National Standard Institute) sejak tahun 1986 (SQL86) dan diperbaharui ketika diperlukan adanya modifikasi baru (misalnya pada SQL99).  Sesungguhnya SQL tidak terbatas pada penyajian data (query) tetapi juga mencakup pembuatan tabel data baru (Create Table), menghapus tabel data (Drop Table), menambahkan data kedalam tabel (Insert), menghapus data dari tabel (Delete/Drop record). Beberapa perintah dasar SQL diperlihatkan pada tabel berikut ini.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="156" valign="top"><strong>Perintah</strong></td>
<td width="288" valign="top"><strong>Manfaat</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">SELECT</td>
<td width="288" valign="top">membaca data dari database</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">INSERT</td>
<td width="288" valign="top">menambahkan data kedalam database</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">UPDATE</td>
<td width="288" valign="top">meremajakan / mengganti data</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">DELETE</td>
<td width="288" valign="top">menghapus rekord data</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">CREATE TABLE</td>
<td width="288" valign="top">membuat tabel data baru</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">DROP TABLE</td>
<td width="288" valign="top">menghapus tabel data</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">ALTER TABLE</td>
<td width="288" valign="top">merubah struktur tabel/file</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">GRANT</td>
<td width="288" valign="top">memberi hak akses pada user</td>
</tr>
<tr>
<td width="156" valign="top">REVOKE</td>
<td width="288" valign="top">membatalkan hak akses dari user</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Perintah SELECT</strong> Perintah SELECT digunakan untuk membaca data dari database, perintah ini mempunyai bentuk umum sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left: 60px;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>SELECT </strong>field-1 [, field-2, field-3, ...]<strong> FROM </strong>tabel-1 [, tabel-2, tabel-3, ...] <strong>WHERE </strong>syarat/predikat <strong>[ORDER BY</strong><strong>]</strong> field </span></span></p>
<p>Berikut ini diberikan sebuah contoh pemakaian perintah SELECT untuk membaca data matakuliah yang diajarkan oleh dosen tertentu.</p>
<p style="padding-left: 60px;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>SELECT </strong>k.kodeMK, k..namaMK, d.namaDosen <strong>FROM </strong>kuliah k, dosen d<strong> WHERE </strong>k.kodeDos = d.kodeDOS <strong>ORDER BY </strong>k.kodeMK</span></span></p>
<p>Perintah diatas membaca data dari dua file data, yaitu file matakuliah (kuliah yang disingkat dengan huruf k) dan file dosen (yang disingkat dengan huruf d) dengan menampilkan daftar yang terdiri atas kolom-kolom kodeMK, namaMK, namaDosen terurut menurut kodeMK.  <strong>Perintah INSERT</strong> Perintah INSERT digunakan untuk menyisipkan atau menambah satu rekord data kedalam satu tabel/file data. Bentuknya sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><span style="font-size: small;"><strong>INSERT INTO </strong>tabel-1 [ (field-1, field-2, ...]<strong> VALUES </strong>(v1, v2, &#8230;)</span></span></p>
<p>Berikut ini adalah contoh instruksi untuk menyisipkan sebuah rekord data mahasiswa kedalam tabel mahasiswa.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>INSERT INTO </strong>mahasiswa (NoMhs, NamaMhs, Jkel, Alamat)<strong><br />
VALUES </strong>(‘02010345’, ‘Abdurahman Wahid’, P, ‘Jl.Disket No.45 Makassar’)</span></p>
<p><strong>Perintah UPDATE</strong> Perintah UPDATE digunakan untuk merubah isi rekord data dari suatu tabel/file database. Bentuknya sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>UPDATE </strong>tabel<strong> SET </strong>perubahan<strong> [ WHERE </strong>syarat/predikat<strong> ]</strong></span></p>
<p>Apabila hanya data tertentu saja yang akan diubah/diremajakan maka klaus WHERE perlu ditulis, tanpa WHERE maka perubahan berlaku untuk semua rekord dalam tabel tersebut. Contoh:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>UPDATE </strong>kuliah<strong> SET </strong>sks=2<strong> WHERE </strong>kodeMK = ‘3SI423’</span></p>
<p>Perintah ini merubah sks matakuliah berkode 3SI423 menjadi 2 pada file kuliah.<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>UPDATE </strong>dosen<strong> SET </strong>namaDos = ‘Prof. ‘ + namaDos<strong> WHERE </strong>kodeDOS = ‘132234122’</span></p>
<p>Perintah ini menambahkan gelar Prof pada seorang dosen dengan kode 132234122.  <strong> </strong> <strong> </strong> <strong>Perintah DELETE</strong> Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu rekord dari satu file/tabel database. Bentuknya sebagai berikut:<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>DELETE FROM </strong>tabel [<strong>WHERE </strong>syarat/predikat]</p>
<p>Klaus WHERE digunakan apabila hanya rekord tertentu yang akan dihapus, apabila klaus WHERE tidak ditulis maka semua rekord akan terhapus (hati-hati memakainya). Contoh:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>DELETE FROM </strong>kuliah<strong> WHERE </strong>kodeMK = ‘2TI123’</span></p>
<p>Perintah ini menghapus rekord matakuliah berkode 2TI123.  <strong>Perintah CREATE TABLE</strong> Perintah CREATE TABLE digunakan untuk menciptakan tabel baru (DDL) dilengkapi dengan definisi struktur datanya. Bentuk umumnya sbb:  <strong>CREATE TABLE</strong> tabel (field-1 tipe-1, field-2 tipe-2, &#8230;)  Sebagai contoh andaikan akan dibuat tabel mahasiswa dengan struktur sebagai berikut:<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>KodeMHS </strong>char, dengan 9 digit<br />
<strong>NamaMHS </strong>char, sepanjang 25 karakter<br />
<strong>Jkel</strong> char, kode 1 huruf<br />
<strong>Alamat</strong> char, sepanjang 30 karakter<br />
<strong>TgLahir </strong>date</p>
<p>maka perintahnya adalah sbb:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>CREATE TABLE </strong>mahasiswa (KodeMHS char(9), NamaMHS char(25),Jkel char(1), Alamat char(30), Tglahir date)<strong> Primary key </strong> KodeMHS.</span><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Perintah DROP TABLE</strong> Perintah ini digunakan untuk menghapus file/tabel dari database, harus digunakan secara hati-hati, walaupun DBMS biasanya memiliki proteksi tertentu sehingga penghapusan data bisa dibatalkan bila diperlukan. Bentuknya sbb:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>DROP TABLE </strong>tabel</span></p>
<p>Sebagai contoh file mahasiswa dapat dihapus dengan perintah:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>DROP TABLE </strong>mahasiswa.</span><br />
<strong> </strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Perintah ALTER TABLE</strong> <strong> </strong> Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur file data, baik dengan menambah field data maupun menghapus field data tertentu. Bentuknya sbb:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>ALTER TABLE </strong>tabel<strong> ADD </strong>field-1, tipe-1 [field-2 tipe-2, ... ]</span><br />
<strong> </strong></p>
<p>untuk menambahkan field baru kedalam tabel data.<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>ALTER TABLE </strong>tabel<strong> DROP </strong>field</span></p>
<p>untuk menghapus field tertentu.  Contoh pemakaian:  a. menambahkan field agama dan status pada file mahasiswa<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>ALTER TABLE </strong>mahasiswa<strong> ADD </strong>agama int, status char(1)</span></p>
<p>b. menghapus field gelar dari file dosen<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>ALTER TABLE </strong>dosen<strong> DROP </strong>gelar.</span><br />
<strong> </strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Perintah GRANT</strong> Perintah GRANT digunakan untuk memberi hak akses tertentu pada user, bentuk umumnya adalah sbb:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>GRANT </strong>akses-1 [ ,akses-2, ...] <strong>ON </strong>tabel <strong>TO </strong>user-1 [, user-2, ...]</span></p>
<p>Contoh pemakaian sebagai berikut:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>GRANT </strong>INSERT, DELETE, UPDATE <strong>ON </strong>kuliah <strong>TO </strong>Judy, John</span></p>
<p>Pengguna dengan login-name Judy dan John memperoleh hak untuk melakukan operasi INSERT, DELETE, dan UPDATE pada file/tabel kuliah.  <strong>Perintah REVOKE</strong> Perintah REVOKE digunakan untuk membatalkan hak akses dari user, bentuk umumnya sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>REVOKE </strong>akses-1 [, akses-2, ...] <strong>ON </strong>tabel <strong>FROM </strong>user-1 [, user-2, ...]</span></p>
<p>Contoh pemakaian sebagai berikut:<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="font-family: courier new,courier;"><strong>REVOKE </strong>INSERT, DELETE <strong>ON </strong>kuliah <strong>FROM </strong>John</span></p>
<p>Perintah ini membatalkan hak dari John untuk melakukan INSERT dan DELETE pada file kuliah.</p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/sejarah-komputer-generasi-vi/"><strong>Sejarah Komputer Generasi VI</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi/"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=562&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/sql/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Manajemen Basis Data</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/sistem-manajemen-basis-data/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/sistem-manajemen-basis-data/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 03:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[data base]]></category>
		<category><![CDATA[data base management system]]></category>
		<category><![CDATA[dbms]]></category>
		<category><![CDATA[sistem manajemen basis data]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Manajemen Basis Data
Oleh Faisal Akib
Sistem Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Sistem Manajemen Basis Data</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Sistem Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/" target="_blank">basis data</a> dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur yang secara umum tersedia adalah:</p>
<ul>
<li><strong>Keamanan : </strong>DBMS menyediakan sistem <a href="http://teknik-informatika.com/pengamanan-data/" target="_blank">pengamanan data</a> sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.<strong> </strong></li>
<li><strong>Independensi : </strong>DBMS menjamin independensi antara <a href="http://teknik-informatika.com/data-dan-informasi/" target="_blank">data</a> dan <a href="http://teknik-informatika.com/perangkat-lunak/" target="_blank">program</a>, data tidak bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.<strong> </strong></li>
<li><strong>Konkruensi / data sharing : </strong>data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.<strong> </strong></li>
<li><strong>Integritas : </strong>DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten<strong> </strong></li>
<li><strong>Pemulihan : </strong>DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.<strong> </strong></li>
<li><strong>Kamus / katalog sistem : </strong>DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam basisdata.<strong> </strong></li>
<li><strong>Perangkat Produktivitas : </strong>DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya <em>report generator</em> (pembangkit laporan) dan <em>query generator</em> (pembangkit query / pencarian informasi).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sistem Manajemen Basis-Data (DBMS) memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan pengelolaan data tanpa DBMS, walaupun tidak terlepas dari beberapa kelemahan.</p>
<p>Keunggulan DBMS antara lain sbb:</p>
<ul>
<li>Mengurangi duplikasi data atau data redundancy</li>
<li>Menjaga konsistensi dan integritas data</li>
<li>Meningkatkan keamanan data</li>
<li>Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data</li>
<li>Meningkatkan produktivitas para pengguna data</li>
<li>Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data</li>
<li>Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data</li>
<li>Meningkatkan pemakaian bersama dari data</li>
<li>Meningkatkan layanan backup dan recovery data</li>
<li>Mengurangi konflik antar pengguna data</li>
</ul>
<p>Kelemahan DBMS antara lain sbb:</p>
<ul>
<li>Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal</li>
<li>Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.</li>
<li>Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal</li>
<li>Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi</li>
<li>Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.</li>
<li>Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.</li>
</ul>
<p>Berikut ini disajikan tabel beberapa DBMS yang terkenal.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="2" align="center">
<tbody>
<tr bgcolor="#bfbfbf">
<td width="175" valign="top"><strong>DBMS</strong></td>
<td width="252" valign="top"><strong>Perusahaan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Access</td>
<td width="252" valign="top">Microsoft Corporation</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">DB2</td>
<td width="252" valign="top">IBM</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Informix</td>
<td width="252" valign="top">IBM</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Ingress</td>
<td width="252" valign="top">Computer Associate</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">mySQL</td>
<td width="252" valign="top">The MySQL Company</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Oracle</td>
<td width="252" valign="top">Oracle Corporation</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Postgres SQL</td>
<td width="252" valign="top">Postgres</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Sybase</td>
<td width="252" valign="top">Sybase Inc.</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Visual dBase</td>
<td width="252" valign="top">Borland</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Visual FoxPro</td>
<td width="252" valign="top">FoxPro Corporation</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>DBMS untuk model data berbasis objek biasanya dinamakan sebagai <em>Object Oriented Data Base Management System </em>(OODBMS). Beberapa OODBMS yang terkenal adalah sebagai berikut:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="2" align="center">
<tbody>
<tr bgcolor="#bfbfbf">
<td width="175" valign="top">
<p align="center"><strong>OODBMS</strong></p>
</td>
<td width="252" valign="top">
<p align="center"><strong>Perusahaan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Gemstone</td>
<td width="252" valign="top">Gemstone System</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Matisse</td>
<td width="252" valign="top">ADB Inc.</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Versant</td>
<td width="252" valign="top">Versant</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Jeevan</td>
<td width="252" valign="top">W3 Apps.</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Vision</td>
<td width="252" valign="top">Insyte</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Objectivity</td>
<td width="252" valign="top">Objectivity Inc.</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">ObjectStone</td>
<td width="252" valign="top">Object Design Inc.</td>
</tr>
<tr>
<td width="175" valign="top">Poet</td>
<td width="252" valign="top">Poet Software.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Perlu ditambahkan disini bahwa beberapa DBMS berbasis objek sebenarnya tetap menggunakan file data relasional biasa, dengan kata lain, programnya berbasis objek tetapi datanya masih model relasional biasa. Software seperti ini biasanya disebut sebagai <em>Object Oriented Relational DataBase Management System </em>(OORDBMS), misalnya Visual dBase.</p>
<p><strong>Arsitektur DBMS</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka (interface) dalam meng-akses data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau detail tentang cara data direkam dan dipelihara. DBMS memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari data sehingga dapat diperoleh independensi data-program.</p>
<p>Pada tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:</p>
<ol>
<li>Level Eksternal (external level) atau      Level Pandangan (view level)</li>
<li>Level Konseptual (conceptual level)</li>
<li>Level Internal (internal level) atau      Level Fisik (physical level)</li>
</ol>
<p>Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari user lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari (Ahad, Senin, Selasa, &#8230;). Data yang dilihat oleh user seakan-akan berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa file yang berelasi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/arsitektur-sistem-manajemen-basis-data.jpg"><img title="Arsitektur Sistem Manajemen Basis Data" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/arsitektur-sistem-manajemen-basis-data.jpg" alt="Arsitektur Sistem Manajemen Basis Data" width="430" height="413" /></a><p class="wp-caption-text">Arsitektur Sistem Manajemen Basis Data</p></div>
<p>Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien.</p>
<p>Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).</p>
<p>Agar independensi data dapat dicapai maka disediakan pemetaan antar lapisan (level), yatiu pemetaan eksternal-konseptual dan pemetaan konseptual-internal. Pada pemetaan eksternal-konseptual, DBMS dapat memetakan field-field data dari user-view ke dalam struktur data yang sesungguhnya. Pada pemetaan konseptual-internal, DBMS dapat menemukan rekaman fisik dari data yang didefinisikan pada struktur logik.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 514px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/tiga-level-abstraksi-data.jpg"><img title="Abstraksi Data" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/tiga-level-abstraksi-data.jpg" alt="Contoh Tiga Level Abstraksi Data Mahasiswa" width="504" height="359" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh Tiga Level Abstraksi Data Mahasiswa</p></div>
<h2>Bahasa DBMS</h2>
<p><strong> </strong></p>
<p>Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu:</p>
<ol>
<li>Data Definition/Decription Language      (DDL)</li>
<li>Data Manipulation Language (DML)</li>
<li>Device Control Media Language (DCML)</li>
</ol>
<p>DDL adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan struktur data antara lain perintah untuk membuat tabel baru (CREATE) dimana terdefinisi komponen/field data dengan tipe dan panjangnya, mengubah index (INDEX, REINDEX) agar setiap rekord dalam satu file data dapat diakses melalui indeks-nya, mengubah struktur (MODIFY STRUCT) dari file data, dan sebagainya. Komponen bahasa ini banyak digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan atau membangun file-file basisdata.</p>
<p>DML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi data, komponen ini diperlukan oleh para pengguna untuk memanipulasi data, antara lain perintah-perintah untuk melakukan hal-hal berikut ini:</p>
<ul>
<li>mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY)</li>
<li>menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)</li>
<li>meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE)</li>
<li>menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE)</li>
<li>meng-urutkan data (SORT)</li>
<li>menghitung frekuensi data (COUNT)</li>
<li>mencari data (SEEK, FIND)</li>
</ul>
<p>DML dapat dibedakan atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML Non-Prosedural. Pada DML Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka perintah harus disertai dengan perintah-perintah bagaimana data diakses dari file database. Perintah DML Prosedural biasanya termuat dalam <a href="http://teknik-informatika.com/bahasa-pemrograman/" target="_blank">bahasa pemrograman</a> tingkat tinggi (high level programming language) seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML non-Prosedural data dapat dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan bagaimana data dibaca dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan dalam bahasa-bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, <a href="http://teknik-informatika.com/sql/" target="_blank">SQL</a>, dan sebagainya.</p>
<p>DCML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur perekaman atau penyimpanan data secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan oleh operator-operator sistem basisdata didalam mengatur file-file data secara fisik. Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara lain perintah perintah: merekam (Write Record, Create Table), menghapus (Drop, Delete Table).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/sejarah-komputer-generasi-v/"><strong>Sejarah Komputer Generasi V</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=547&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/sistem-manajemen-basis-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Basis Data</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 23:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[basisdata]]></category>
		<category><![CDATA[data base]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Basis Data
Oleh Faisal Akib
Manajemen organisasi memerlukan pengambilan keputusan, baik dalam operasional sehari-hari, maupun dalam perencanaan strategis ke masa depan. Proses pengambilan keputusan harus dilandasi oleh data dan informasi yang tepat waktu dan tepat isi agar keputusan yang diambil tepat sasaran. Informasi diperoleh dari pengolahan data, dan pengolahan data dilaksanakan oleh sistem informasi dengan dukungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Teknologi Basis Data</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p>Manajemen organisasi memerlukan <a href="http://teknik-informatika.com/sistem-pendukung-keputusan/" target="_blank">pengambilan keputusan</a>, baik dalam operasional sehari-hari, maupun dalam perencanaan strategis ke masa depan. Proses pengambilan keputusan harus dilandasi oleh <a href="http://teknik-informatika.com/data-dan-informasi/" target="_blank">data dan informasi</a> yang tepat waktu dan tepat isi agar keputusan yang diambil tepat sasaran. Informasi diperoleh dari pengolahan data, dan pengolahan data dilaksanakan oleh <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-sistem-informasi/" target="_blank">sistem informasi</a> dengan dukungan <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi/" target="_blank">teknologi informasi</a>.</p>
<p>Data adalah bahan baku informasi dan dikumpulkan dalam suatu <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/" target="_blank">basis-data (database)</a> agar pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, pengolahan, dan pengamanan-nya dapat dilaksanakan secara effektif dan effisien. Sebagai contoh suatu institusi akademik harus membangun database akademik, minimal memuat data mahasiswa, data dosen, data matakuliah, data ruangan, jadwal, sehingga dapat diperoleh informasi yang tepat tentang penyelenggaran akademik institusi tersebut.</p>
<p>Agar suatu database yang efektif dapat dibangun, diperlukan pengetahuan dasar tentang database.</p>
<h2>Definisi dan Terminologi</h2>
<p>Data adalah representasi objek yang menjadi perhatian, misalnya bila mahasiswa menjadi perhatian maka dikumpulkan data yang dapat mewakili objek mahasiswa, misalnya nama, tanggal lahir, jenis kelamin, agama, alamat, dan sebagainya. Apabila kumpulan representasi data ini direkam dan disimpan maka diperoleh file data. Informasi tentang mahasiswa dapat diperoleh dengan cara mengolah kumpulan data mahasiswa tersebut, misalnya dapat diperoleh informasi tentang komposisi umur mahasiswa, tentang komposisi agama, jenis kelamin dan sebagainya.</p>
<p>Adakalanya diperlukan lebih dari satu file yang saling berkaitan untuk merepresentasikan suatu objek, kumpulan file yang diatur dan saling berkaitan (memiliki relasi) disebut sebagai “database” (atau pangkalan data). Informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat apabila basisdata telah tersusun rapi dan sempurna. Database harus merepresentasi-kan objek secara sempurna, agar bisa memberikan informasi yang tepat, misalnya database nasabah bank harus memuat data nasabah secara lengkap dan mutakhir, kalau tidak maka informasi tentang keadaan keuangan nasabah akan kacau. Database juga harus memiliki kemampuan untuk mengamankan data yang dikandungnya sehingga tidak dapat dibaca, digunakan, diubah, dan dirusak oleh orang yang tidak berhak.</p>
<p>Database (basisdata) dapat pula diumpamakan sebagai suatu lemari arsip, dimana dalam pengelolaan-nya memerlukan aturan-aturan tertentu agar suatu arsip mudah ditemukan, misalnya dibundel menurut kelompok dan jenis arsipnya, kemudian diberi nomer yang mengikuti suatu sistem penomoran arsip, lalu bundel-bundel arsip ini ditempatkan pada lemari mengikuti urutan tertentu. Pada sistem basisdata digital, setiap bundel adalah file data, dimana didalamnya direkam record-data yang sejenis. Antara satu file dengan file lainnya terdapat relasi, dan bila ada file yang tidak memiliki relasi dengan file lain maka sebenarnya file tersebut bukan anggota dari basisdata.</p>
<p><strong><em>Data </em></strong>adalah representasi dari fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang sedang ditinjau (manusia, barang, peristiwa, hewan, konsep, keadaan, dsb), dan direkam dalam bentuk huruf, kata, angka, simbol, gambar, bunyi, atau kombinasinya. <strong><em>Base</em></strong> adalah basis yang dapat diartikan sebagai gudang, markas, tempat berkumpul dari suatu objek atau representasi objek.</p>
<p><strong>Definisi : </strong>Basisdata dapat didefinisikan dalam berbagai cara:</p>
<ul>
<li>Kumpulan file data yang saling berhubungan (berelasi) dan diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.</li>
<li>Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan (Fathansyah, 1999).</li>
<li>Kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada untuk digunakan dalam satu lingkup perusahaan, instansi (Kristanto, 1994).</li>
<li>Kumpulan file data yang terorganisasi, terintegrasi, dan bisa dipakai bersama (C.J Date, 1981)</li>
<li>Kumpulan rekaman data berbagai tipe yang memiliki relasi satu sama lain (Martin, 1977)</li>
</ul>
<p>Dalam semua definisi diatas ditonjolkan <em>adanya relasi / hubungan</em>, <em>tanpa pengulangan, pengelompokan, peng-organisasian, effisiensi,</em> dan <em>effektivitas.</em></p>
<p>Terminologi yang digunakan dalam Database cukup bervariasi sehingga dianggap perlu untuk menggunakan istilah yang sekiranya dapat dipakai bersama dengan suatu pengertian yang sama.</p>
<p><strong><em>Entity </em></strong>: Entitas, adalah objek yang bisa mewakili orang, tempat, kejadian, atau konsep yang informasi-nya perlu direkam. Pada bidang administrasi akademik, entitas adalah mahasiswa, matakuliah, dosen, ruangan, daftar pustaka, pembayaran, nilai ujian, dsb.</p>
<p><strong><em>Attribute </em></strong>: Atribut, suatu nama atau sebutan untuk mewakili suatu entitas. Misalnya mahasiswa memiliki atribut seperti NoInduk, Nama, Alamat, Tgl-Lahir, Tempat Lahir, Agama, Status, Jenis Kelamin, dsb.</p>
<p><strong><em>Data Value </em></strong>: Nilai data, yaitu nilai yang dimiliki atau diberikan kepada suatu atribut, misalnya atribut Nama diberi nilai “Ahmad”, Tgl-Lahir diberi nilai “27-Maret-1978”, dsb.</p>
<p><strong><em>Data Field </em></strong>: Field data, adalah elemen data yang memiliki nilai. Pada hakekatnya Field data sama fungsinya dengan Atribut data. Nama, Alamat, Jenis Kelamin, dsb, apabila nilainya direkam ke dalam suatu file maka disebut Field-data.</p>
<p><strong><em>Record / Tuple </em></strong>: Record atau Rekaman data, merupakan kumpulan elemen data, atau kumpulan beberapa nilai Atribut, atau kumpulan Field-data yang mewakili satu Entitas secara lengkap. Misalnya: Entitas pegawai memiliki record: NIP, Nama, Alamat, Pangkat, Jabatan, dsb.</p>
<p><strong><em>File </em></strong>: File data, adalah kumpulan Record data yang sejenis yang direkam ke dalam satu media, memiliki Atribut-atribut yang sama, namun nilai data-nya berbeda.</p>
<p><strong><em>Database </em></strong>: Basis-data, kumpulan File data yang dipadu dan saling berkaitan untuk membentuk suatu fondasi pengelolaan informasi pada satu organisasi.</p>
<p><strong><em>Database Management System (DBMS) </em></strong>: Sistem Manajemen Basisdata, suatu sistem yang terdiri atas Basis-data dan Perangkat Lunak (Software / program) yang bertujuan untuk effektivitas dan effisiensi dalam pengelolaan basisdata.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 423px"><a href="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/relasi-antar-basisdata.jpg"><img title="Relasi Antar Basisdata" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/basisdata/relasi-antar-basisdata.jpg" alt="Relasi Antar Basisdata" width="413" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Relasi Antar Basisdata</p></div>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/sejarah-komputer-generasi-iv/"><strong>Sejarah Komputer Generasi IV</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=536&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan Basis Data</title>
		<link>http://teknik-informatika.com/peranan-basis-data/</link>
		<comments>http://teknik-informatika.com/peranan-basis-data/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 22:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Basis Data]]></category>
		<category><![CDATA[basis data]]></category>
		<category><![CDATA[data base]]></category>
		<category><![CDATA[peranan basis data]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknik-informatika.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Peranan Basis Data
Oleh Faisal Akib
Basis data memiliki peranan penting dalam suatu organisasi, dan dimanfaatkan untuk sejumlah tujuan yang mendukung tujuan utama organisasi. Peranan utama basis data antara lain sebagai berikut:

Ketersediaan (availability) : basis data harus diorganisasi sedemikian rupa sehingga data selalu tersedia ketika diperlukan, walaupun secara fisik penyimpanan file-file datanya tidak harus berada pada satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Peranan Basis Data</span></h1>
<p>Oleh <a href="http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/"><strong>Faisal Akib</strong></a></p>
<p><a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/" target="_blank">Basis data</a> memiliki peranan penting dalam suatu organisasi, dan dimanfaatkan untuk sejumlah tujuan yang mendukung tujuan utama organisasi. Peranan utama <a href="http://teknik-informatika.com/teknologi-basis-data/" target="_blank">basis data</a> antara lain sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><em>Ketersediaan (availability) </em>: basis data harus diorganisasi sedemikian rupa sehingga data selalu tersedia ketika diperlukan, walaupun secara fisik penyimpanan file-file datanya tidak harus berada pada satu lokasi, tetapi dengan <a href="http://teknik-informatika.com/jaringan-komputer/" target="_blank">teknologi jaringan komputer</a> file-file data ini secara logis tersedia bagi penggunanya.</li>
<li><em>Kecepatan dan kemudahan (speed) </em>: basis data harus bisa menjamin bahwa data dapat diakses dengan mudah dan cepat ketika diperlukan.<em></em></li>
<li><em>Kelengkapan (completeness) </em>: data yang tersimpan dalam basis data harus lengkap, dengan kata lain dapat melayani semua kebutuhan penggunanya, walaupun kata lengkap adalah relatif terhadap kebutuhan setiap orang, namun basis data menjamin kemudahan dalam menambah koleksi data, menjamin kemudahan dalam memodifikasi struktur data seperti penambahan field-field data. <em></em></li>
<li><em>Keakuratan (accuracy) </em>: data dalam file-file database diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat menekan kesalahan-kesalahan pada saat pemasukan (dataentry) dan pada penyimpanan (datastore).<em></em></li>
<li><em>Keamanan (security) </em>: sistem basis data yang baik pasti menyediakan fasilitas <a href="http://teknik-informatika.com/keamanan-data/">pengamanan data</a> sehingga data tidak dapat diakses, dimodifikasi, diubah, atau dihapus oleh orang yang tidak diberi hak. Sistem basis data harus bisa menentukan siapa yang boleh meng-akses data siapa yang tidak boleh, dengan demikian data dapat diamankan.</li>
<li><em>Pemakaian bersama (data sharing) </em>: basis data umum-nya dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai unit kerja, dan tidak terbatas pada satu pemakai, pada satu lokasi, atau satu aplikasi saja.<em></em></li>
<li><em>Effisiensi penyimpanan (space/storage efficiency)</em> : organisasi basis data dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghindari duplikasi data (redundancy), karena duplikasi data memperbesar ruang penyimpanan. Sistem pengkodean dan relasi data yang diterapkan pada basis data dapat menghemat ruang penyimpanan <em></em></li>
</ul>
<p>Secara teknis bidang-bidang fungsional organisasi yang telah umum menerapkan sistem basis data demi efisiensi, keamanan, keakuratan, dan kecepatan serta kemudahan dalam pengelolaan data, antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Kepegawaian (personalia)</li>
<li>Pergudangan (inventaris)</li>
<li>Akuntansi (keuangan)</li>
<li>Reservasi (pemesanan tiket, kamar hotel, dsb)</li>
<li>Layanan pelanggan (customer services)</li>
<li>Penjualan (point of sale di supermarket)</li>
<li>dan sebagainya</li>
</ul>
<p>Berbagai organisasi telah menerapkan basis data dalam sistem informasi-nya, dan berhasil meningkatkan kinerja organisasi, antara lain:</p>
<ul>
<li>Perbankan</li>
<li>Asuransi</li>
<li>Pendidikan / sekolah</li>
<li>Swalayan</li>
<li>Rumah sakit</li>
<li>Biro perjalanan</li>
<li>Industri / manufaktur</li>
<li>Telekomunikasi</li>
<li>dan lain lain</li>
</ul>
<p>Baca Artikel Lain: <a href="http://teknik-informatika.com/sejarah-komputer-generasi-v/"><strong>Sejarah Komputer Generasi V</strong></a></p>
<p style="text-align: right;">&lt;&lt; <a href="http://teknik-informatika.com/index-teknologi-informasi/" target="_blank"><strong>Index Teknologi Informasi</strong></a> &gt;&gt;</p>
<img src="http://teknik-informatika.com/?ak_action=api_record_view&id=545&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknik-informatika.com/peranan-basis-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
